News

Karyawan Ngaku Dipaksa Mengundurkan Diri

FaseBerita.ID – Perusahaan perkebunan PT Inti Palm Sumatera (IPS) baru-baru ini telah memecat karyawannya yang bernama Ahmad Syamid dengan cara sepihak.

Ternyata pemecatan secara sepihak yang dilakukan oleh PT IPS bukan hanya kepada Ahmad Syamid, namun hal yang sama juga didapatkan oleh PS Agustinus Butar-butar. Agus yang telah mengabdi di PT IPS sejak tahun 2014 lalu itu sempat menduduki beberapa jabatan sebagai mandor. Ia merasa diintimidasi oleh perusahaan untuk mengundurkan diri tanpa ada alasan yang jelas.

“Awal dari persitiwa PHK terhadap saya dikarenakan saya ada SMS ke anggota saya yang bernama Roby Syahputra yang berbunyi, ‘Dek, Hkmu 6,5 ya di amprah, 8,5 Hk yang 2 Hk punya abang’. Terus SMS itu difoto dari handphone lain oleh orang lain tanpa sepengetahuan si Roby dan dikirim kan kepada pihak management perusahaan,” jelas Agus saat ditemui wartawan, Sabtu (14/3/2020).

Agus pun menjelaskan bahwa setelah adanya pengaduan hal tersebut kepada pihak management, pada saat tanggal 4 Februari 2020 sekitar pukul 18.00 WIB, Agus bersama teman lainnya yaitu Arsyad, Ahmad dan coki sama-sama dipanggil ke kantor besar. Di kantor tersebut mereka diproses dan diselidiki oleh Askep, Manager, dan Asisten Kaperson. Ketiga pimpinan perusahaan itu menanyakan duduk permasalahan tentang SMS tersebut.

Agus mengatakan, bahwa dengan bahasa SMS yang berbunyi “Dek, Hkmu 6,5 ya di amprah, 8,5 Hk yang 2 Hk punya abang” kepada anggota di Agus, pihak management seolah menganggap Agus telah memotong dan memakan sebagian gaji anggotanya.

“Padahal saya tidak ada memakan gaji anggota saya bg, anggota kerja saya pun gak pernah merasa kalau gajinya itu saya makan, boleh ditanyakan langsung sama Roby anggota saya itu,” jelasnya.

Dari kejadian tersebut Agus merasa di fitnah oleh pihak perusahaan. Bukan hanya itu, Agus juga merasa diintimidasi oleh perusahaan untuk mengundurkan diri. Kemudian dihari yang sama tepat pukul 22.00 WIB Agus mengaku langsung divonis oleh para pimpinan perusahaan tersebut untuk tidak masuk bekerja lagi diesok harinya.

“Pas tanggal 06 bulan 2 kemaren, tepat jam 8 pagi saya ditelepon oleh Askep untuk menjumpainya di Pos Divisi VII, lalu kami berbincang-bincang dan Askep menyuruh saya untuk mengundurkan diri. Disitu saya tanyakan, apa salah saya?, kenapa saya harus disuruh mundur?, tanpa adanya SP 1, SP 2 maupun SP 3,” kata Agus.

Sambung Agus, kemudian tanggal 8 Februari ia kembali bertemu dengan Askep tersebut, disitu Agus sedang bersama saudara iparnya dan hal yang sama diucapkan oleh Askep kepadanya untuk mengundurkan diri.

“Terus pas tanggal 12 bulan 2 saya kembali dipanggil ke kantor, disitu saya disuruh menandatangani surat pengunduran diri yang dibuat oleh pihak perusahaan. Disaat itu juga saya diintimidasi dan diancam apabila saya tidak mau menandatangani maka dua saudara ipar saya akan kena imbasnya. Ipar saya yang satu bekerja sebagai Office Boy di rumah dinas manager diancam akan dipindahkan jadi tukang semprot, dan ipar saya yang bekerja di krani produksi juga akan kena imbasnya. Selain itu, istri saya yang bekerja sebagai BHL juga akan dipecat dan diusir dari rumah pondok perusahaan,” bebernya.

Menimbang ancaman tersebut, Agus mengaku harus menandatangani surat pengunduran diri yang dibuat oleh pihak perusahaan. Namun anehnya, ketika Agus meminta surat tersebut kepada Kaperson perusahaan tidak diberikan dengan alasan surat tersebut sudah dikirim ke Medan.

“Lebih sakitnya lagi bang, karena saya sudah dipaksa menandatangani surat pengunduran diri, saya hanya diberikan pesangon sebesar Rp6 Juta. Dengan terpaksa juga saya menerimanya karena saya ditekan dengan mengkaitkan pekerjaan Istri dan keluarga saya,” jelasnya dengan wajah sedih.

Kemudian, Manager PT. IPS Hulman Butar-Butar saat dikonfirmasi melalui seluler nya, sabtu (14/3/2020) sempat tersambung dan menjawab, namun saat memperkenalkan diri bahwa yang menelponnya adalah wartawan, sambungan seluler nya langsung mati.

Saat dihubungi kembali melalui seluler nya, Hulman butar-butar tidak bisa memberikan keterangan dengan alasan masih sibuk. “Nanti ya, saya lagi dimobil,” terangnya.

Selanjutnya, Sihotang, Askep PT IPS yang juga dikonfirmasi melalui telpon selulernya, membenarkan terkait pengunduran diri dan pemanggilan dua kali terhadap PS Agustinus butar-butar.

“Iya benar ada pengunduran diri si Agus, terkait penerbitan surat pengunduran diri yang  dibuat oleh pihak perusahaan, saya kurang kurang tau,” pungkasnya. (ck04)

USI