News

Karyawan Hotel WI Sibolga Dirumahkan Tanpa Gaji

SBSI: Jangan Berlindung di Balik Corona

FaseBerita.ID – Pasca pandemi Covid-19, Hotel Wisata Indah (WI) Sibolga merumahkan seluruh karyawannya. Namun sayang, pihak manajemen hotel membuat kebijakan sepihak dengan tidak membayarkan gaji karyawan selama dirumahkan.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Sibolga-Tapteng, Binsar Tambunan mengingatkan pihak hotel untuk tidak berlindung dibalik Pandemi Covid-19.

“Jangan berlindung di balik corona,” tegas Binsar di Kantor Sekretariat SBSI di jalan Horas, Senin (4/5).

Karena katanya, dalam surat edarannya, pihak Hotel beralasan tidak membayar upah karena jumlah pengunjung yang menurun drastis akibat Covid-19. “Alasannya karena menurunnya tingkat hunian hotel tersebut. Dengan alasan Covid-19. Sesuai surat edaran pihak hotel kepada karyawan, upah tidak dibayar selama dirumahkan,” ungkapnya.

Dan kebijakan pihak hotel tersebut, tegas Binsar, telah melanggar Undang-undang Ketenagakerjaan Nomor 13 tahun 2003 dan surat Menteri Tenaga Kerja.

Yang mengharuskan pengusaha untuk tetap membayarkan upah, meski perusahaan menghentikan kegiatan karena Pandemi Covid-19.

“Itu pelanggaran pasal 93 ayat 2F undang-undang nomor 13 tahun 2003. Di sana dituangkan, setiap pekerja yang mau bekerja, tetapi tidak diberikan pekerjaan oleh perusahaan, wajib dibayarkan upahnya. Kecuali, pekerja dan pengusaha sudah berunding tentang besarannya. Jadi di WI, mereka (pekerja) tidak diajak berunding. Dikasih surat, langsung dirumahkan. Juga surat Menteri Tenaga Kerja tahun 1998 nomor 5. Pekerja yang dirumahkan dibayar upahnya, penuh. Kecuali mereka sudah mengadakan perjanjian. Terakhir, sudah ada surat edaran dari Menteri Tenaga Kerja yang baru nomor 3 tahun 2020. Yang isinya, kalau ada perusahaan yang terpaksa harus menghentikan kegiatan karena situasi Covid 19, pekerja harus tetap dibayar upahnya. Yang besarannya harus dirundingkan,” terangnya.

Binsar mengimbau, agar pengusaha taat terhadap Undang-undang yang berlaku. Karena, dalam waktu dekat SBSI akan menyurati Disnaker dan DPRD Sibolga.

“Kita imbau pengusaha untuk taat undang-undang. Rencananya, dalam waktu dekat kita akan surati pengusahanya. Untuk kita undang perundingan. Nanti tembusannya akan kita layangkan ke Disnaker dan DPRD Sibolga. Karena, upah itu harus dibayarkan,” tegasnya.

Menanggapi pernyataan Ketua SBSI Sibolga-Tapteng terkait karyawan Hotel Wisata Indah (WI) Sibolga yang dirumahkan tanpa gaji, Manajer Hotel WI, Mariadi membenarkannya.

Hal tersebut kata Mariadi, dipicu kondisi perusahaan yang tidak sanggup untuk membiayai operasional hotel.

“Seluruh karyawan dirumahkan tanpa upah, termasuk manajemen. Kita hanya mempekerjakan beberapa staff untuk menjaga kebersihan dan sekuriti. Sehubungan kondisi perusahaan sangat berat dan tidak sanggup untuk menanggung biaya operasional, maka pimpinan memutuskan menutup sementara usaha Hotel Wisata Indah,” kata Mariadi, Senin (4/5).

Ditambah lagi kata dia, beberapa usaha lainnya, milik pengusaha Hotel WI, sudah terlebih dahulu ditutup.

“Apalagi bisnis pendukung hotel sudah tutup lebih dahulu. Sehingga pendapatan perusahaan benar-benar tidak sesuai dengan biaya yang harus ditanggung,” ungkapnya.

Meski dalam kondisi sulit, Mariadi menyebut rencana menutup Hotel WI hanya 1 bulan.

“Hotel tutup sementara selama satu bulan (Mei) dan akan coba kita buka dibulan Juni,” pungkasnya.

Sekilas Mariadi menjelaskan, keputusan berat tersebut diambil setelah pihak manajemen hotel melakukan berbagai upaya untuk menarik minat pengunjung untuk menginap.

Namun, upaya yang gencar mereka lakukan tersebut tetap tidak membuahkan hasil di tengah Pandemi Covid-19. “Saya sebagai manajer sudah mencoba dan berusaha agar perusahaan tidak tutup. Termasuk upaya-upaya promosi yang kita lakukan. Tapi hasilnya di luar ekspektasi kita. Soal upah karyawan selama dirumahkan, saya sudah berupaya agar dapat dibayarkan minimal 50 persen dari upah normal. Tetapi, hal ini tidak bisa disanggupi oleh pimpinan,” pungkasnya.

Dan perlu diketahui lanjut Mariadi menjelaskan, kondisi Hotel WI, juga terjadi pada hotel-hotel lainnya di negara lain. “Hal ini terjadi bukan hanya di Indonesia. Bahkan, hampir seluruh hotel mengalami dampak buruk akibat wabah Covid-19 ini. Ribuan hotel di Indonesia saat ini sudah tutup. Dan mereka juga merumahkan karyawan tanpa diberikan upah (unpaid leave),” ungkapnya.

Dan seputar dirumahkannya karyawan Hotel tanpa upah kata Mariadi, sudah sepengetahuan Dinas Tenaga Kerja dan Dinas Pariwisata Sibolga. “Dan kita juga sudah memberitahukan hal ini kepada pihak Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Sibolga serta Dinas Pariwisata Sibolga,” tukasnya.

Disinggung mengenai gaji beberapa karyawan yang masih dipekerjaan, menurutnya tetap akan dibayar penuh.

“Setahu saya harusnya dibayar upah full. Karena tidak ada petunjuk tentang pemotongan upah bagi karyawan yang dipekerjakan. Dan segala sesuatu keputusan, ada koordinasi dengan pimpinan di Medan,” sebut Mariadi.

Menanggapi rencana SBSI yang akan terus memperjuangkan hak karyawan Hotel WI, Mariadi mengaku hanya bisa pasrah. “Sejauh ini mereka (SBSI) pernah konfirmasi tentang hal tersebut by phone. Yaah, kami serahkan kepada SBSI, kalau mereka berniat mau melakukan gugatan terhadap pihak Hotel,” ketusnya. (ts/mis)