News

Karantina Pertanian Tanjungbalai Asahan Musnahkan Media Pembawa OPTK dan HPHK

TANJUNGBALAI, FaseBerita.ID – Karantina Pertanian Tanjungbalai Asahan memusnahkan media pembawa Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) dan Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK).

Hadir dalam acara ini mewakili Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Tanjungbalai, mewakili Kapolres Tanjungbalai, dan sejumah peserta lainnya. Acara ini berlangsung di Kantor Stasiun Karantina Pertanian Klas I Tanjungbalai Asahan, Jalan Perintis Kemerdekaan Simpang Empat, Kabupaten Asahan, Rabu (19/6).

Media pembawa OPTK dan HPHK yang dimusnahkan berasal dari penahanan yang dilakukan petugas karantina pertanian di Terminal Ferry Internasional Pelabuhan Teluk Nibung periode 17 November 2018 hingga 18 Juni 2019, dan media pembawa sisa pemeriksaan sampel di Laboratorium Stasiun karantina Pertanian Klas I Tanjungbalai Asahan.

Media pembawa yang dimusnahkan terdiri atas MP OPTK dan MP HPHK yakni daging sapi olahan, daging ayam olahan, bakso sapi, bakso ayam, daging burger, siomay, nugget ayam, tulang sapi, telur ayam, biji pinang, biji kedelai, seledri, jamur, dan buah-buahan.

Hal ini dikatakan Kepala Kantor Stasiun Karantina Pertanian Klas I Tanjungbalai Asahan drh Bukhari. Dikatakannya, jika terhadap media pembawa tersebut dilakukan tindakan pemusnahan karena tidak dilengkapi dengan sertifikat kesehatan dari negara asal.

Kemudian, tidak dilaporkan kepada petugas karantina pertanian di tempat pemasukan, tidak memenuhi Peraturan Menteri Pertanian Nomor 42 Tahun 2012 dan Permentan Nomor 43 Tahun 2012 tentang tempat pemasukan bawang merah dan buah-buahan yang ditetapkan Menteri Pertanian adalah Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Pelabuhan Belawan-Medan, Bandara Soekarno Hatta Jakarta dan Laut Soekarno Hatta Makassar.

“Pemasukan buah-buahan dimaksud tidak memenuhi ketentuan Permentan Nomor 55 Tahun 2017 tentang pangan, dan sertifikat keterangan asal,” sebutnya. (ck-04/ahu)