News

Karang Taruna Girsang Sipangan Bolon Semprotkan Disinfektan di Huta Girsang 1

Setelah Pemakaman Positif Covid-19

PARAPAT, FaseBerita.ID – Meninggalnya salah seorang warga Siantar dan dimakamkan secara protokol kesehatan standar covid-19, Sabtu (23/1/2021) jam 22.30WIB membuat keresahan warga Huta Girsang 1, Kelurahan Girsang Kecamatan Girsang Sipangan Bolon Kabupaten Simalungun.

Salah seorang warga Huta Girsang 1 Br Rajaguguk meminta kepada Karang Taruna Girsang, Samuel Sudabutar untuk melakukan penyemprotan kembali disinfektan. Karang Taruna Girsang dan Pengurus Karang Taruna Girsip pun melakukan penyemprotan di lokasi dekat pemakaman di Huta Girsang 1.

“Kami Karang Taruna Kelurahan Girsang cepat melakukan penyemprotan agar ada kenyamanan di warga Huta Girsang 1,” ujar Samuel Sidabutar, Ketua Karang Taruna Girsang.

“Kami Karang Taruna Kecamatan tetap mendukung kegiatan penyemprotan dengan segala upaya kami demi kenyamanan warga dan berharap masyarakat selalu mengikuti Protokol Kesehatan yang dianjurkan pemerintah,” ujar Martua Hutapea, yang ikut dalam penyemprotan Huta Girsang 1.

Salah seorang warga br Rajagukguk menyampaikan tidak ada respon cepat pemerintah dan Puskesmas dalam mengantisipasi penyemprotan disinfektan setelah penguburan salah seorang warga Siantar yang terpapar covid.

“Kami bukan menolak penguburan di dekat rumah kami tapi harusnya sebelum masuk ke lokasi harusnya sudah disterilkan agar tidak ada timbul cluster baru” ujar br Rajagukguk.

M.Sirait salah seorang juga mengatakan agar pemerintah melakukan penyemprotan dilingkungan sekitar tempat pemakaman.

“Pemerintah harus gerak cepat melakukan penyemprotan dan tracking agar tidak ada cluster baru Covid 19.

Melalui seluler dr Silalahi Kepala Puskesmas Parapat membenarkan bahwa ada warga Siantar meninggal karena terpapar Covid 19.

“Tidak ada perlu  dikhawatirkan karena penguburan sudah sesuai Prokes dengan dilengkapi APD dan lokasi sudah diseterilkan,” ujar dr.Silalahi.

“Kita lansung gerak cepat dengan tracing kontak erat dan kebetulan warga yang terpapar Covid 19  ini bukan warga kita hanya penguburan di wilayah kita,” tambah dr Silalahi.(aos/fabe)