News

Kapolres Siantar Bantu Korban Kebakaran; Carilah Tempat Tinggal yang Lebih Baik

SIANTAR, FaseBerita.ID – Kapolres Pematangsiantar AKBP Heribertus Ompusunggu bersama jajarannya memberi bantuan berupa sembako dan pakaian kepada 10 kepala keluarga korban yang rumahnya terbakar di Jalan Mangga, Kelurahan Parhorasan Nauli, Kecamatan Siantar Marihat, Rabu (17/7/2019).

Dalam kesempatan itu, rombongan Polres Siantar dipimpin langsung oleh Kapolres menyempatkan melihat kondisi rumah yang tinggal puing-puing sisa kebakaran.

Para korban kebakaran terlihat bahagia menyambut kedatangan Kapolres ke dalam tenda pengungsian. Kapolres menyampaikan agar para korban tidak mengingat lagi peristiwa yang sebelumnya terjadi.

“Bapak ibu harus tetap semangat dan mencari tempat tinggal yang lebih baik. Anak-anak juga harus diberi semangat supaya kuat dan optimis,” ucapnya.

Kapolres menyampaikan, kepolisian akan tetap melakukan pengamanan kepada mereka para korban kebakaran supaya tetap nyaman di tenda pengungsian.

“Saya akan bantu bapak ibu jika ada yang mau diurus. Misalnya soal surat menyurat,” sebutnya.

Setelah menyampaikan kata-kata penghiburan, Kapolres AKBP Heribertus Ompusunggu menyerahkan bantuan sembako berupa beras dan bantuan lainnya yang diterima oleh Sri Astuti, selaku Koordinator korban kebakaran.

Dapur Umum Selesai

Sementara itu, memasuki hari ke-10 peristiwa kebakaran, Badan Penganggulangan Bencana alam Daerah (BPBD) telah menghentikan pemberian makanan dan minuman.

Selama ini, pihak BPBD membuat dapur umum dan memberikan bantuan makanan dan minuman kepada seluruh korban kebakaran.

Akan tetapi, berdasarkan aturan dan keterbatasan anggaran, dapur umum telah dihentikan sejak Kamis (18/7). Sementara untuk tenda belum dibuka.

“Semua saluran makan sudah berhenti. Anggaran dari BPBD hanya selama sembilan hari. Seluruh korban sudah mulai disarankan untuk mencari tempat tinggal masing-masing,” kata Asmari br Butarbutar di tenda pengungsian.

“Kami juga telah menerima bantuan dari berbagai sumber. Baik itu dari Pemko Siantar, donatur, lembaga sosial, kepolisian dan lembaga lainnya yang tidak bisa kami sebutkan satu per satu. Kami sangat berterimakasih atas kemurahan hatinya,” terangya.

Asmari menambahkan, berbagai bantuan telah mereka terima, mulai dari sembako hingga perlatan dapur.
“Semua kami bagi rata. Jadi kami sudah mulai masak masing-masing,” beber ibu rumah tangga itu.

Sementara anak-anak mereka juga sudah mulai sekolah. Tidak ada lagi masalah perlengkapan sekolah karena sudah dibantu.

Terpisah, Boy Zendato dari pihak BPBD mengatakan, sesuai aturan bahwa pemberian makanan atau dapur umum hanya berlangsung selama sembilan hari. Terkait tenda, para korban kebakaran masih bisa memakainya sembari mencari tempat tinggal yang baru. (mag03/des)

iklan usi