News

Kapolres Labuhanbatu Undang 2 Bocah yang Viral di Medsos

AKBP Frido Situmorang: Saya Juga Pernah Susah di Kampung

LABUHANBATU, FaseBerita.ID – Kapolres Labuhanbatu AKBP Frido Situmorang mengundang dua bocah yang berdomisili di Dusun Pardomuan Nauli 2, Desa Sialang Taji, Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura).

Hal ini menyusul setelah kedua anak ini viral di medsos (facebook), dimana Eci Salsalina br Sirait (11) mengendong adiknya Yabes Sirait (7) mencari nafkah di jalanan karena kaki sang adik tertusuk duri.

Viralnya video dua bocah yang diunggah salah seorang netizen di medsos mengundang prihatin orang nomor satu di Polres Labuhanbatu itu.

AKBP Frido Situmorang memerintahkan jajarannya yakni Polsek Kualuh Hulu mencari kebenaran informasi ke dua bocah tersebut. Hingga akhirnya, kedua bocah ini ditemukan alamatnya oleh personel Polsek Kualuh Hulu.

Selanjutnya, kedua anak tersebut didampingi oppung (kakek/nenek) nya, dan Kepala Dusun Balsem Sinurat dibawa  untuk dihadapkan kepada Kapolres Labuhanbatu AKBP Frido Situmorang.

Informasi dihimpun, Eci Salsalina br Sirait memiliki dua saudara dari hasil perkawinan antara Kartini br Manihuruk dan Jon Frejer Sirait..Sekitar 5 tahun lalu, kedua orang tua Eci berpisah, dan keduanya telah menikah kembali, hingga akhirnya Eci diasuh dan dirawat oleh oppungnya, Hotna br Pardede hingga saat ini.

AKBP Frido Situmorang saat ditanya wartawan mengatakan, kedua bocah itu baru saja pulang dari rumahnya.

“Barusan saja pulang. Tadi saya bilang di sini saja biar saya sekolahkan, tapi oppungnya gak mau. Lagian ibu juga kurang sehat. Tunggulah kita berembuk dulu, katanya. Maksud saya, mau saya sekolahkan di sini,” ucap Kapolres.

Dirinya juga sudah memberikan nomor telepon kepada oppung Eci dan Yabes. Hal ini untuk memudahkan komunikasi antara oppung dan kedua cucunya tersebut.

“Sudah saya yakinkan juga, saya tidak akan bawa lari, saya juga sudah serahkan nomor telepon saya. Kapan ibu rindu, nanti bisa saya undang atau saya suruh pulang. Yang penting anak ini bisa terawat, bisa sekolah. Ini persoalan perasaan saya bilang gitu,” ujar Kapolres.

Frido menjelaskan, oppung kedua bocah ini juga lagi tidak sehat. Pekerjaannya hanya membuat sapu lidi saja.

“Orang tuanya sudah pisah dan sudah nikah masing-masing. Oppungnya ini juga hidup sebatang kara, hanya mencari lidi,” jelasnya.

“Makanya kasihan juga. Anakku langsung kasihan juga tadi, anakku yang cewek. Udah tau gitu, langsung belanja baju ke Suzuya. Terus anakku yang laki-laki, hore ada adekku, kesenangan dia,” ungkap Frido.

Bahkan, orang nomor satu di Mapolres Labuhanbatu itu mengaku, anaknya Sisiana langsung kecil hati dan bertanya kenapa enggak mau di sini.

“Saya bilang, oppungnya gak mau. Oppungnya pun sakit, jalan kesini aja gak bisa,” bebernya. Pria yang akan menjabat sebagai Wadir Pam Obvit Polda Jambi ini menerangkan, sepulangnya ke rumah usai gowes sepeda bersama personel, dirinya melihat di media sosial dan foto kedua bocah ini viral.

“Terus saya telepon Kapolsek. Pak Kapolsek, ini ada foto viral, tolong dulu cari, kalau gak ada keluarganya, biar saya bawa saja ke Jambi,” bilangnya.
Dirinya pun semakin terenyuh ketika mendengar cerita dari kepala dusun tempat berdomisilinya kedua bocah ini. Di mana, keduanya mandi di selokan.

“Bu Kadus juga ngotot biar aja di sini. Nantilah kami berembuk dulu, kata oppungnya. Atau satu saja lah dulu. Gak apa-apa, gak ada niat saya jahat. Yang penting dia bisa sekolah, supaya nanti dia juga punya titel, kasihan saya bilang gitu,” tandasnya.

Tak hanya ini saja, suami dari Tiur br Gultom ini juga selalu ikut andil dan berbuat untuk warga. Menurut Kapolres, semua yang dilakukannya dikarenakan hati nuraninya yang berbicara.

“Semua ini hati nurani lae. Nurani kita kalau gak berbuat, sayanglah saya pikir. Saya juga bukan banyak uang, tapi saya iba, kasihan. Makanya begitu saya lihat tadi, mau nangis saya . Saya ibaratkan kalau anak saya seperti itu, aduhhh… kasihan lae,” ungkapnya.

Dirinya berbuat seperti itu karena dulu pernah susah di kampung. Makanya, Frido tak tega melihat orang yang sedang kesulitan.”Janganlah seperti saya dulu,” lirihnya.

Begitupun, dirinya masih menunggu kabar dari oppung kedua bocah tersebut akan kesediaannya dibawa ke Jambi untuk disekolahkan. (bh/ahu)