News

Kantor Go-Jek Siantar Didemo Driver: Desak Berlakukan Insentif

SIANTAR, FaseBerita.ID – Kantor PT Gojek Indonesia (PTGI) cabang Kota Siantar di Jalan Medan, Kecamatan Siantar Martoba didemo oleh ratusan driver GOCAR, pada Selasa (18/6/2019) pagi. Dalam orasinya, mereka meminta agar pihak PT Gojek Indonesia memberlakukan insensif driver yang selama setahun dihapus.

Massa dari Driver Go-Car ini terlebih dulu kumpul di depan gedung Pariwisata dan selanjutnya menyampaikan orasinya sembari melintas di Jalan Merdeka dan Jalan Sutomo yang dikawal petugas kepolisian. Selanjutnya mereka berhenti di depan kantor PT Gojek Indonesia (PTGI) Cabang Kota Siantar di Jalan Medan.

Simon Damanik selaku Humas FKDOS dalam orasinya menyampaikan bahwa mereka menuntut hak driver kepada PT Gojek Indonesia.

“Sudah setahun kita dibodohin oleh PTGI karena sudah setahun juga insensif kita tidak diberikan. Hanya dua tuntutan kita, yang pertama agar PTGI mengembalikan bonus harian seperti semula dan open suspend massal sekarang juga,” ujarnya.

“Setahun lebih insentif sudah tidak diberikan dan potongan tetap dilakukan 20 persen. Dan ada ratusan driver diberhentikan secara tidak jelas,” ujar Simon Manik.

Simon Manik meminta kepada PTGI hari ini juga agar kedua permasalahan ini diselesaikan.

“Kita sudah menempuh segala jalur dan pihak PTGI tidak memperdulikan. DPRD kota Pematangsiantar telah merekomendasikan ke PTGI cabang Siantar memberikan hak ke mitra drivernya, tapi sampai hari ini tidak ada komunikasi yang baik dengan drivernya,” tegas Simon.

Simon menambahkan, tuntutan mereka itu adalah manusiawi, karena insensif yang mereka tuntut adalah janji dari PTGI.

“Karena sebelum kami mendaftar, pihak PTGI mengatakan kamu butuh dana kami siap melayani tetapi nyatanya semua nol,” ujarnya.

Setelah menyampaikan orasinya, pihak PTGI mengundang 6 orang perwakilan untuk menemui pimpinan cabang. Dan awak media tidak diperbolehkan untuk menemui pimpinan PTGI tersebut.

Hampir sekitar satu jam, ke enam perwakilan tersebut keluar dari ruangan dan mengatakan jawaban dari pihak Gojek Siantar menunggu jawaban dari kantor pusat.

“Kita akan membawa ini ke jalur hukum karena pihak PTGI sudah meremehkan sesuai ketentuan keputusan Mentri Perhubungan pasal 118 tahun 2018 mengenai penyelenggaraan angkutan umum,” tegasnya. (mag04/pra)