News

Kajari Sibolga Geram, Bantuan Beras Pemko Dituduh Tidak baik

FaseBerita.ID – Kepala kejaksaan negeri Sibolga Henri Nainggolan, yang juga selaku wakil Ketua Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 di Kota Sibolga “geram” akan adanya informasi yang mengatakan bahwa bantuan beras Pemko Sibolga dituduh tidak baik.

“Apa yang sudah dibuat oleh pemerintah kota Sibolga terutama dalam membantu warga masyarakat terdampak Covid-19, ternyata masih ada komentar miring diluar sana,” tegas Kajari Sibolga, saat memberi sambutan pada penyerahan bantuan sembako, Selasa (19/5) di lantai II aula Kantor Lurah Kota Beringin.

Oleh Karena itu, wakil Ketua Gugus Tugas Kota Sibolga itu mengimbau kepada masyarakat, jika sudah menerima bantuan beras dan sampai dirumah tolong dipastikan dulu, buka berasnya, jika memang beras tersebut tidak layak untuk di konsumsi segera lapor ke kepala lingkungan, untuk selanjutnya dicantumkan.

“Saya sendiri selaku Forkopimda turut menyaksikan saat pembelian beras ini di gudang beras dan melihat langsung beras yang diambil oleh Pemko Sibolga. Jika 10.000 KK penerima beras dikali 25 kg per satu penerima, berapa ton sudah beras yang harus disiapkan? Dan jika ada hal-hal kecil yang kurang pas, itu masih wajar. Dan memang jika ada beras yang diberi oleh Pemko Sibolga yang tidak baik segera lapor ke Kepling untuk dicantumkan,” tegasnya.

Lanjutnya, Forkopimda turut serta untuk mengecek ketersediaan beras bantuan Ini, dan diberikan secara tulus dan iklas, jika memang ada yang kurang pas, tentunya bisa didiskusikan.

Pada kesempatan tersebut, Walikota Sibolga  Syarfi Hutauruk juga berharap kepada masyarakat yang belum terdata/terdaftar untuk mendapatkan bantuan, untuk segera membawa datanya dan mendaftar.

“Tapi warga yang wajar menerima bantuan pula, jangan pula nanti mendaftar untuk menerima bantuan, tapi ada 2 kapalnya,” terangnya walikota.

Sementara itu, sebelumnya ada salah satu postingan oknum anggota DPRD sibolga yang mempertanyakan kualitas beras yang dibagikan ke masyarakat kota sibolga untuk per kepala rumah tangga sebanyak @ 25 kg oleh pemerintah Kota Sibolga. (mis/fi)