News

Kafe Berkedok Lapo Tuak Beroperasi Lagi

TAPTENG, FaseBerita.ID – Sejak menjabat, upaya Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) untuk membersihkan kafe dan lokalisasi di wilayahnya telah membuahkan hasil.

Dari perkotaan hingga pelosok desa, tidak ada lagi terdengar dentuman suara musik keras dengan sinaran lampu kelap-kelip. Namun, beberapa hari terakhir, sejumlah kafe yang semula telah ditutup paksa oleh Satpol PP mulai beroperasi kembali dengan berkamuflase, berkedok warung atau lapo tuak.

Beberapa di antaranya berada di daerah Sihaporas, Sibuluan. Sekilas, warung tersebut tampak seperti lapo tuak biasa. Tidak ada lampu warna-warni dan musik bersuara keras yang terdengar. Namun, di antara para peminum, masih menempel wanita pendamping seperti cafe remang-remang pada umumnya.

Banyak masyarakat yang keberatan dengan bukanya kembali kafe tersebut, terlebih bagi kalangan ibu-ibu rumah tangga. Pasalnya, banyak suami mereka, lebih memilih menghabiskan uang mengunjungi tempat tersebut daripada memberikannya kepada istrinya untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

“Masih buka, tapi memang gak pakai musik lagi. Gak ada lagi lampu remang-remang. Kalau kita lihat sesaat memang seperti lapo tuak biasa saja. Tapi, kalau kita perhatikan dengan seksama, masih ada perempuannya. Jadi, kalau menurutku, masih sama saja dengan yang sebelumnya. Cuma bedanya, sekarang gak pakai musik dan lampu warna-warni, kalau sebelumnya, ada musik keras dan lampu kelap-kelip,” kata seorang wanita, warga Sihaporas yang tak ingin namanya disebutkan.

Menurutnya, tak hanya tuak yang disediakan di tempat itu. Bagi peminat minuman berbotol, pengusaha juga menyediakannya. “Seperti bir, masih ada. Kalau dibilang lapo tuak saja, gak lah,” ketusnya.

Senada juga dikatakan ibu rumah tangga lainnya, yang berharap Pemkab Tapteng konsisten dengan pembersihan kafe dan lokalisasi.

“Kalau kami gak senang kalau kafe-kafe ini buka lagi. Maunya pemerintah konsisten, kalau ditutup, tutuplah, jangan lagi ada yang buka. Kalau lapo tuak biasa, mana ada wanita pendampingnya. Dari situ saja, pemerintah sudah bisa membedakan, mana lapo tuak yang benar-benar lapo tuak, mana yang hanya berkedok saja,” pungkasnya.

Terpisah, Kasatpol PP Tapteng, Jontriman Sitinjak saat dikonfirmasi melalui telepon selularnya membantah beroperasinya kembali kafe yang pernah mereka tutup. Bahkan, dia juga memastikan, kalau informasi tersebut tidak benar.

“Sampai sekarang tidak ada kafe yang buka. Tiap malam aku dan anggotaku pulang-pulang subuh. Kalau ada, tunjukkan kafe yang mana,” kata Jontriman.

Sekilas dia juga menolak bila ada lapo tuak yang menyediakan pelayan wanita. Dengan tegas, Jontriman mengaku akan menertibkannya. “Sudah saya bilang, kalau ada pelayan lapo tuak itu, akan kami tertibkan,” tegasnya.

Untuk memastikan tidak ada lagi kafe atau lokalilasi yang beroperasi di bumi Tapteng, Jontriman mengundang wartawan untuk sama-sama turun ke lapangan.

“Sudah semua ditertibkan itu. Begini aja, sama-samalah kita pastikan. Kami mulai jam 7 malam sudah mulai, biar sama-sama kita pastikan. Gak ada lapo tuak yang pakai pelayan dan bermusik,” imbuhnya. (ts)