News

Kades Tersangka Korupsi Dana Desa Ditangkap: Diburon Hingga ke Jambi

FaseBerita.ID – Polres Batubara, berhasil menangkap oknum mantan kepala desa Gunung Rante Kecamatan Talawi, Kabupaten Batubara, berinisial HS (34) tahun yang telah masuk daftar pencarian orang (DPO) sejak bulan April 2019 lalu atas kasus dugaan korupsi dana desa. Ia ditangkap dari lokasi persembunyiannya di Desa Buntu Kecamatan Bajubang, Provinsi Jambi.

“Pelaku merupakan buronan dan masuk dalam DPO Polres Batubara sejak April 2019 di Unit Tipikor, terkait kasus dugaan korupsi penggunaan dana desa (DD) dan alokasi dana desa (ADD) pada tahun anggaran 2018 dan 2019. Merugikan Negara sebesar 431 juta,” kata Kapolres Batubara, AKBP Ikhwan Lubis melalui Kasat Reskrim, Bambang Gunanti Hutabarat dalam konferensi persnya kepada sejumlah wartawan, Selasa (3/11).

Bambang melanjutkan, pelaku (HS) menyelewengkan dana penggunaan desa tahun anggaran 2018 dan 2019 tidak dilaksanakan diantaranya, belanja barang untuk diberikan kepada masyarakat berupa penyediaan makanan sehat gizi bayi dan anak, belanja jasa kursus pelatihan sosialisasi dan bimbingan teknis untuk Pengurus bumdes.

Kemudian belanja alat tulis kantor (ATK penyuluhan narkoba), belanja foto copy, cetak dan penggandaan (foto copy materi penyuluhan narkoba) dan belanja makanan dan minuman rapat (makanan dan snack penyuluhan narkoba).
Selanjutnya belanja sewa peralatan (pengeras suara dan infokus penyuluhan narkoba), belanja honorarium tim panitia (honor panitia penyuluh narkoba), belanja honorarium instruktur /pelatih/narasumber.

Juga belanja barang untuk diberikan kepada masyarakat (baju kaos penyuluh narkoba), biaya transportasi dan akomodasi (transfort peserta penyuluh narkoba),  belanja modal bahan perpustakaan (buku paud), belanja modal bahan perpustakaan (buku perpustakaan), belanja barang untuk diberikan kepada masyarakat berupa pengadaan kambing ternak dan penyertaan modal Bumdes.

Alokasi Dana Desa tahun anggaran 2018 yang tidak dilaksanakan seperti belanja pakaian dinas dan atributnya, belanja pajak dan BBN/KB, belanja modal alat angkutan, belanja modal alat kantor dan rumah tangga.

Kemudian belanja makanan dan minuman, belanja jasa upah tenaga kerja, belanja sewa peralatan rapat, belanja honorarium tim panitia, belanja barang untuk diberikan kepada masyarakat dan belanja uang yang diserahkan kepada masyarakat. Kemudian Bantuan Alokasi Dana Desa tahun anggaran 2019 tidak ada di dalam das desa sebesar Rp158.091.340  diduga dibawa oleh kepala Desa Gunung Rante, Hadirman Situmorang.

Polisi yang mendapatkan informasi dan berhasil melacak lokasi pelaku di Jambi langsung memburu ke lokasi persembunyiannya. Saat ditangkap, pelaku HS tengah berada di warung tuak bersama teman-temannya.

“Menurut keterangan pelaku, uang hasil korupsi tersebut telah dihabiskan untuk foya-foya,” jelas Kasat Reskrim.

Kini, mantan kades tersebut harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di mata hukum. Ia terancam dijerat pasal 2 ayat 1 subs Pasal 3 dari Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 Jo UU RI No. 20 tahun 2001, tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

“Pelaku terancam maksimal 20 tahun kurungan penjara,” pungkasnya. (per/fi)

iklan usi