News

Kades Piasa Ulu Dituding Lakukan Pungli SKT: Imam Bantah Tuduhan Warga

ASAHAN, FaseBerita.ID – Warga Desa Piasa Ulu, Kecamatan Tinggi Raja, Kabupaten Asahan, mengeluhkan sejumlah dugaan pungutan liar (pungli) pengurusan Surat Keterangan Tanah (SKT ) yang dilakukan oknum kepala desa setempat.

“Harga yang ditetapkan melalui perangkat desanya berpareasi, dari Rp 400.000 hingga Rp1 juta,” kata sejumlah warga kepada awak media ini, Minggu (14/4).

Selain dugaan pungli, warga juga mengeluh dan keberatan atas sikap kriminal yang dilakukan Kepala Desa Piasa Ulu, melalul sejumlah perangkat desa terhadap warga.

Dari informasi yang dihimpun, personel pemerintah desa ini melakukan pungutan terkait proses progran Prona SKT menjadi Surat Keterangan Hak Milik (Sertifikat BPN).

“Sekitar empat ratus SKT dikumpulkan Pemdes pada massa 2014 dan 2015 lalu, namun dalam proses  perealisasian sertifikat itu sejumlah uang telah dipungut padahal warga mengetahui program itu tidak dipungut biaya,” keluh warga yang enggan menyebut namanya. Warga dan Lembaga Badan Investigasi Nasional (BIN) Asahan berharap, polisi dapat mengusut dugaan pungli Kades ini. “Kita berharap praktek pungutan liar yang meresahkan warga dapat segera ditangani pihak kepolisian,” sebut Ali selaku anggota BIN Asahan.

Sementara, Kepala Desa Piasa Ulu Imam saat ditemui awak media, membantah tudingan pungutan liar tersebut. Menurutnya, program Prona itu dilakukan saat dia belum menjabat kades. Senada juga dikatakan Camat Tinggi Raja S Pasaribu.

“Terkait pungli yang dilakukan oknum kades, saya tak berani berkomentar banyak sebab saya baru dengar tudingan itu. Jika benar ada tudugan warga tentang pungutan liar itu, tolong surati camat besertra nama warga yang memberi keterangan pungli yang dulakukan kades Imam,” katanya. (ck-01/ahu)

iklan usi