News

Kades Batal Dilantik Warga Demo ke DPRD Asahan

FaseBerita.ID – Aksi ratusan warga desa Perbangunan Kecamatan Sei Kepayang Kabupaten Asahan ‘menyerbu’ kantor dewan di DPRD Asahan dengan tuntutan agar kepala desa terpilih mereka hasil Pilkades Desember lalu segera dilantik.

Ini menyusul  keluarnya hasil sengketa Pilkades melalui Peraturan Bupati (Perbup) dimana kades terpilih mereka bernama Arinton Sihotang batal ditetapkan dan dilantik.

“Keluarnya Keputusan Bupati Asahan Nomor 16.2-Pemades-Tahun 2020 tentang Penyelesaian perkara persilisihan hasil pemilihan Kepala Desa Perbangunan Kecamatam Sei Kepayang Kabupaten Asahan tahun 2019 ini sebenarnya melanggar aturan yang sebelumnya mereka tetapkan sendiri terkait soal sengketa Pilkades,” kata kordinator lapangan aksi Masyarakat Desa Perbangunan, Antong dalam orasinya di halaman kantor dewan setempat, Senin (17/2).

Dia mengatakan pada Pilkades di desa Perbangunan, total suara sah sebanyak 2.031 suara. Sementara itu selisih antara suara terbanyak yang dipegang Aronton dengan rivalnya bernama Hotber sebanyak 136 suara atau lebih dari 2 persen.

“Seharusnya kaluar Perbub itu memang benar-benar ditegakkan tidak bisa aduan Hotber diproses panitia sengketa. Ada apa dibalik ini. Jangan kecewakan hak pilih masyarakat desa kami,” ujarnya.

Masyarakat kata Antong akan mengancam dilakukan aksi demonstrasi saat pelantikan kepala desa terpilih serentak yang rencananya berlangsung Selasa (18/2/2020) ini di Kisaran jika tuntutan mereka tak dipenuhi untuk melantik kepala desa yang mereka menangkan.

“Kami akan demo lagi di acara pelantikan kalau kepala desa kami yang terpilih tak jadi dilantik,” ujarnya.

Hampir satu jam berorasi dan meminta DPRD Asahan menanggapi tuntutan mereka, masa aksi kemudian diterima oleh ketua komisi A, Nurhayati dan mengatakan akan secepatnya memproses aduan masyarakat tersebut dengan menggelar rapat dengar pendapat dengan menghadirkan pihak terkait secepatnya.

“Yakin lah bapak dan ibu yang terhormat kami akan mengundang rapat para pihak terkait. Dan kami bisa memberikan putusan terbaik dalam pertemuan nanti,” ujar Nurhayati di hadapan massa.

Namun, masa tidak dapat menerima begitu saja terkait jawaban dari anggota DPRD Asahan itu. Mereka meminta agar persoalan ini segera diselesaikan dengan cepat dan melantik kades terpilih mereka. Hingga berita ini ditulis, masa aksi masih bertahan di kantor DPRD Asahan dan berencana akan lakukan aksi menginap di kantor dewan. (per)