News

Kabut Asap Selimuti Kota Pematangsiantar

SIANTAR – Kabut asap di wilayah Kota Pematangsiantar dan sekitarnya menimbulkan keresahan masyarakat, Kamis (19/9/2019). Meskipun demikian, masih jarang terlihat warga mengenakan masker, dan belum ada pembagian masker dari pihak-pihak yang peduli.

Menurut pihak Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah 1 Medan, kabut asap ini merupakan kiriman dari wilayah Riau.

Berdasarkan citra sebaran asap sekira pukul 10.00 WIB, sebaran asap sudah memasuki wilayah Sumatera Utara (Sumut). Sebaran asap ini semakin parah ketika arah angin dari Tenggara-Selatan mengarah ke wilayah Sumut. Sementara itu, ada ditemukan 1 titik hotspot di Kecamatan Lumut, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng).

Atas kondisi asap ini, sejumlah masyarakat mengaku tidak nyaman saat bernafas. Bahkan mata juga perih.

“Efek kabut asap ini sangat membahayakan, karena bisa sesak bernafas,” kata Benny, seorang mahasiswa di Siantar.

Benny meminta pemerintah secepatnya menangani bencana asap ini.

“Saya sebagai warga sangat berharap bencana ini diselesaikan,” pintanya seraya mengimbau masyarakat mengenakan masker demi menjaga kesehatan.

Terpisah, dr Dorlin Sirait dari bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Pematangsiantar membenarkan kabut asap di Siantar berasal dari Riau. Menurut Dorlin, dampak dari kabut asap ini dapat menyebabkan iritasi mata, sakit hidung dan tenggorokan. Juga infeksi saluran pernafasan, kemampuan kerja paru semakin berkurang yang dapat menyebabkan mudah lelah serta kesulitan bernafas.

“Dapat juga memperburuk penyakit paru-paru kronis seperti asma. Khusus ibu hamil, anak-anak, dan lansia akan sangat rentan mendapat gangguan kesehatan,” sebutnya.

Dorlin menambahkan, untuk mengantisipasi gangguan kesehatan, Dinas Kesehatan akan membagikan masker kepada masyarakat dan  menyurati Puskesmas untuk mengimbau masyarakat di wilayah kerjanya masing-masing agar mengantisipasi bahaya asap.

“Hindari/kurangi aktivitas di luar rumah, terutama bagi yang sudah memiliki gangguan pernafasan serta jantung. Jika terpaksa pergi keluar rumah, sebaiknya mengenakan masker dan minum air putih lebih banyak dari sebelumnya.  Perbanyak juga makan buah dan sayur,” ujarnya. (pra/mag-04)

iklan usi