News

JPRMI Tapsel bersama 11 Organisasi Galakkan Gerakan Menutup Aurat

SIDIMPUAN, FaseBerita.ID– Jaringan Pemuda dan Remaja Masjid Tapanuli Selatan bersama 11 komunitas atau organisasi asal Kota Padangsidimpuan dan Kabupaten Tapanuli Selatan melaksanakan kegiatan mulia di tengah-tengah masyarakat.

Komunitas ini membuat kegiatan Gerakan Menutup Aurat (Gemar) secara serentak di 3 lokasi, yaitu Kecamatan Batangtoru Tapsel, Kecamatan Sipirok Tapsel dan Kota Padangsidimpuan.

Kelompok yang terdiri dari JPRMI Tapanuli Selatan, Gercep Padangsidimpuan, LDK Al-Iman IPTS, MRI Padangsidimpuan, UKM Himapsiq, UKM Hadits IAIN, Tabagsel Share, Himmah, Remaja Masjid Nurussalam, Rumah Quran Ukhwatunnisa, Salimah Tapanuli Selatan, dan KAMMI Padangsidimpuan dengan ikhlas mendakwahkan Gerakan Menutup Aurat.

“Alhamdulillah seluruh peserta yang hadir pada kegiatan ini mencapai ratusan orang,” kata Ustadzah Lely sebagai narasumber di Masjid Babul Khoirot Wek IV Kecamatan Batang Toru.

Dalam tausiahnya, ia menyampaikan perintah untuk menutup aurat sama wajibnya dengan perintah Shalat.” Perintah menutup aurat kepada muslimah adalah bukti cinta Allah. Ketika perempuan di Barat menyuarakan kebebasan yang tak berdasar,” sebutnya.

Rangkaian acara Gemar ini terdiri dari talkshow tentang ‘Menutup Aurat Bukti Taat dan Cintaku’ serta panitia juga membagikan kerudung dan lomba cerita kisah hijrah yang diikuti puluhan peserta dari berbagai daerah.

Di tempat terpisah, Ustadzah Nabilah Ansoriah Lubis selaku pemateri Gerakan Menutup Aurat di Kota Padangsidimpuan menjelaskan ada 8 syarat dalam berhijab. Mulai dari menutupi seluruh tubuh kecuali bagian wajah dan telapak tangan, bukan untuk berhias, bahannya tebal dan tidak transparan, tidak menampakkan lekuk tubuh, tidak ada wewangian, tidak menyerupai laki-laki, tidak menyerupai pakaian wanita kafir. “Dan bukan pakaian yang mengundang sensasi di masyarakat,” tuturnya.

Di Sipirok, Ustadzah Juli Kesuma hadir selaku pembicara di Masjid Agung Syahrun Nur, menyampaikan dengan penuh haru dan ketegasan bahwa menutup aurat bukan menjadi penghambat bagi muslimah tetapi sebagai pelindung dan meningkatkan derajat sebagai muslimah.

“Tidak ada perintah Allah yang akan merugikan kita, temasuk dalam hal menutup aurat, Allah perintahkan agar kita terjaga dan mudah dikenal. Bersegeralah menyambut perintah Allah, maka Allah akan menyelesaikan segala urusan kita.

MasyaAllah Islam sungguh telah memuliakan wanita dengan perintah menutup aurat, ketika abad 19 wanita di Barat masih memperjuangkan hak suaranya di publik. Islam sudah jauh-jauh hari telah memberikan hak dan kewajiban yang adil kepada perempuan,” paparnya.

Kegiatan Gerakan Menutup Aurat sangat besar pengaruhnya bagi muslim, khususnya muslimah untuk mengingatkan kembali batasan batasan aurat dan menjadikan muslimah semakin taat pada perintah Allah.

“Gerakan ini juga merupakan ikhtiar bersama untuk menjaga pondasi agama yang sudah tertanam sejak dulu. Bahwasanya Kabupaten Tapanuli Selatan – Kota Padangsidimpuan adalah Kabupaten/Kota yang Islami dan menjaga nilai-nilai tolerensi. Terima kasih pada seluruh elemen yang telah mendukung keberlangsungan acara ini. Semoga Allah izinkan setiap lelah kita memperoleh balasan di akhirat kelak. Aamiin,” tambahnya.(bsl/fase)