News

Jenazah Dua Kepala Dinas Pemkab Agam Korban Kecelakaan di Madina Dilepas Bupati

FaseBerita.ID – Bupati Agam Indra Catri pada Selasa melepas pemberangkatan jenazah dua kepala dinas yang pada Senin (8/2) mengalami kecelakaan di Desa Lumban Pasir, Kecamatan Tambangan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, ke permakaman.

Jenazah Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Agam Fauzan Helmi Hutasuhut akan diberangkatkan ke TPU Sungai Jariang Lubukbasung untuk dimakamkan.

Sementara jenazah Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Agam Fatimah akan dimakamkan di permakaman keluarga di Jalikua, Nagari Koto Tangah, Kecamatan Tilatangkamang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

“Hari ini kita bersama-sama menghadiri pelepasan jenazah saudara kita Fauzan Helmi Hutasuhut dan Fatimah ke pemakaman,” kata Bupati dalam acara pelepasan jenazah di Halaman Kantor Bupati Agam di Lubukbasung.

Baca juga:

Rombongan Pemkab Agam Kecelakaan di Madina, 2 Tewas

“Mudah-mudahan dengan kehadiran dan doa kita bersama bisa melapangkan jalan bagi almarhum dan almarhumah untuk menghadap Allah SWT,” katanya dalam acara yang dihadiri oleh pejabat daerah dan aparatur sipil negara.

Ia menuturkan bahwa kedua pejabat pemerintah daerah yang meniti karir dari bawah itu telah melahirkan program-program kerja yang mengharumkan nama Agam.

“Saya merasa kehilangan,” katanya.

Fauzan Helmi Hutasuhut lahir di Medan pada 22 Agustus 1975. Ia meninggalkan empat anak dan satu istri. Fatimah lahir di Bukittinggi pada 24 April 1968. Ia meninggalkan dua anak dan seorang suami.

Kedua pejabat itu meninggal dunia setelah bus yang mereka tumpangi masuk ke jurang di Desa Lumban Pasir, Kecamatan Tambangan, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, Senin (8/2) siang.

Bus pariwisata yang membawa rombongan kepala organisasi perangkat daerah Kabupaten Agam, termasuk Fauzan dan Fatimah, pulang dari kunjungan kerja ke Aceh masuk dalam jurang sedalam 10 meter di Desa Lumban Pasir.

Kecelakaan itu mengakibatkan Fauzan, Fatimah, dan sopir bus pariwisata meninggal dunia serta 11 pejabat pemerintah daerah terluka.

Sebelas pejabat Pemerintah Agam yang terluka akibat kecelakaan itu menjalani perawatan di RSUD Panyabungan. (antara/fabe)