News

Jelang Penetapan Hasil Pemilu, TNI-Polri Patroli Jaga KPU

SIBOLGA, FaseBerita.ID – Dalam rangka pengamanan jelang pengumuman hasil rekapitulasi Pemilu tahun 2019, Rabu (22/5/2019), Polres Sibolga bersama Kodim 0211/TT menggelar patroli gabungan. Ada tiga titik rawan yang harus dijaga dari hal-hal yang dimungkinkan menjadi sasaran barisan yang tidak terima dengan hasil rekapitulasi. Di antaranya, kantor KPU, Bawaslu dan Gudang Logistik milik KPU.

“Patroli mulai pukul 08.30 WIB yang di pimpin oleh KBO SABHARA Iptu M Sihotang. Yang kita gunakan, kenderaan Polres Roda 4 sebanyak 2 unit dan kenderaan roda 4 milik Kodim 1 unit. Sasaran patroli kita, kantor KPU, Bawaslu dan gudang logistik KPU, yang dianggap rawan gangguan Kamtibmas,” kata Paur Humas Polres Tapteng, Iptu Rensa Sipahutar dalam keterangan persnya, Selasa (21/5).

Menurutnya, ada 50 personil yang disiagakan melaksanakan patroli rutin tersebut. Yang terdiri dari personil TNI dan Polri. “Dari Kodim 10 orang, Angkatan Udara 10 orang, Polisi Militer 5 orang dan Polisi 25 orang,” ungkapnya.
Selain itu, seluruh personil yang melaksanakan patroli juga dilengkapi dengan berbagai senjata. Sebagai langkah awal untuk mengantisipasi terjadinya sesuatu hal yang tidak diinginkan. “Ada senpi, peluru hampa dan gas air mata,” ungkapnya.

Dalam pengamanan, petugas patroli akan melakukan tindakan sesuai dengan petunjuk yang telah ditetapkan. Seperti, membubarkan paksa massa yang melakukan demonstrasi tanpa pemberitahuan kepada pihak Kepolisian.

“Langkah yang diambil, melakukan Patroli, sambangi. Jika tidak ada pemberirahuan tentang unjuk rasa, maka sesuai dengan undang-undang, unjuk rasa tersebut akan dibubarkan,” tegasnya.

Mewakili Kapolres Tapteng, Rensa mengimbau kepada seluruh masyarakat tidak terpengaruh dengan ajakan dari pihak-pihak yang mencoba melawan hukum yang berlaku di Indonesia.

“Selalu memberikan imbauan hingga ke desa-desa. Agar tetap tunduk dan taat, serta percaya kepada peraturan yang berkekuatan hukum. Jangan terpangaruh kepada hasutan-hasutan yang tidak jelas kebenarannya. Apalagi, sampai mengamini berita-berita hoax,” pungkasnya. (ts)