News

Jatuh ke Kolam Limbah Pabrik, Karyawan Permata Hijau Group Tewas

FaseBerita.ID – Joni Lubis (35), karyawan PT Permata Hijau Sawit (PHS) yang bernaung di Permata Hijau Group (PHG), di Desa Mananti Kecamatan Hutaraja Tinggi, Padang Lawas (Palas) ditemukan tewas di kolam limbah pabrik, Jumat (22/5) sekira pukul 04.30 WIB.

Karyawan pabrik kelapa sawit terbesar ini ditemukan mangambang di kolam limbah tanpa pakaian. Saat ditemukan, korban hanya mengenakan pakaian dalam.

Informasi yang dihimpun, saat ini kasus tersebut sudah ditangani kepolisian. Olah TKP ke lokasi kejadian juga dilakukan.

“Sudah ditangani pihak berwajib, humas, dari pagi tadi membuat laporan ke polisi. Ini sedang proses pengurusan jenazah untuk diberangkatkan ke kampung halamannya,” kata Edi Gusanto, salah satu manajer PT PHG Kandir Medan.

Hanya saja, pihak perusahaan besar ini enggan membeberkan terkait karyawan itu bisa masuk ke lokasi limbah. Bagaimana keamanan kolam limbah sebesar PHG sesuai SOP, sampai karyawan bisa masuk yang semestinya zona tertentu.

“Kami, masih fokus mengurus korban. Nanti dijelasin Humas dan dia juga sudah BAP di Polsek,” tambah Edi Gusanto.

“Kami turut berduka cita atas meninggalnya almarhum Joni Lubis, info dari unit pihak kepolisian sudah ke TKP, pihak keluarga sudah ikhlas menerima musibah ini dan sudah diberangkatkan ke Pasaman untuk dimakamkan di kampung orang tuanya,” tambah Asep, manajer lainnya di PHG.

Sementara informasi dari Camat Hutaraja Tinggi Sudaryono menyebutkan, karyawa itu diduga tewas saat melakukan perburuan di malam hari, di sekitar kolam limbah. Hanya saja camat tidak mengetahui, sampai korban ini bisa masuk ke dalam kolam limbah.

“Kabarnya sedang berburu, kenapa bisa jatuh nggak tahu,” ujar Sudaryono.

Sedang Humas PT PHS (Permata Hijau Sawit) Syariful yang membenarkan kejadian itu juga enggan memberikan keterangan. Kasus ini sepenuhnya diserahkan ke kepolisian.

“Kami tidak tahu (kronoligis). Kan sudah diserahkan sama polisi,” ketus Syariful. Sementara Kapolres Palas AKBP Jarot Yusviq Andito melalui Kasat Reskrim Iptu Aman Putra juga membenarkan kejadian itu. Mayat laki-laki yang merupakan karyawan PT PHS Mananti ditemukan tenggelam di kolam limbah nomor 09 milik PT PHS (PHG) Mananti.

“Adapun penyebab meninggalnya korban sementara diduga akibat tenggelam pada saat akan mencoba mengambil hasil buruan burung yang ditembak oleh korban di kolam limbah,” terang Iptu Aman dalam keterangan tertulisnya. (tan/fi)