News

Jatah Vaksin Covid-19 Tahap I Termin II di Sumut

FaseBerita.ID – Tambahan vaksin Covid-19 Sinovac sebanyak 34.840 vial telah diterima Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara (Dinkes Sumut), Jumat (15/1). Kiriman vaksin tahap I termin II tersebut disimpan di Gudang Farmasi Dinkes Sumut Jalan Thamrin Medan. Adapun pelaksanaan vaksinasi termin kedua di Sumut direncanakan berlangsung Februari.

Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut, dr Aris Yudhariansyah, menyampaikan, vaksinasi Covid-19 menjangkau sekitar 44.860 tenaga kesehatan yang ada di kabupaten/kota selain Medan, Binjai, dan Deliserdang (Mebidang).

“Setelah vaksinasi dilakukan untuk kawasan Mebidang, sisanya kabupaten/kota lainnya akan dilakukan pada termin kedua bagi SDM kesehatan,” ungkapnya, baru-baru ini.

Berdasarkan surat Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI, vaksinasi tahap I termin II direncanakan untuk 30 kabupaten/kota. Antara lain, Kabupaten Asahan 2.180 orang, Batubara 1.100,dan Dairi 1.160. Selanjutnya, Humbang Hasundutan 880, Karo 1.180, Gunung Sitoli 740, Padangsidimpuan 1.540, Pematangsiantar 2.460, dan Sibolga 1.180 orang.

Berikutnya, Tanjungbalai 1.120 orang, Tebingtinggi 1.500, Labuhanbatu 2.540, Labuhanbatu Selatan (Labusel) 1.220, Labuhanbatu Utara (Labura) 1.680, Langkat 3.940, Mandailing Natal 1.980, Nias 1.300 orang, Nias Barat 680, Nias Selatan 2.000, dan Nias Utara 980 orang.

“Kemudian, Padang Lawas 1.420 orang, Padang Lawas Utara 1.280, Pakpak Bharat 560, Samosir 720, Serdang Bedagai 1.680, Simalungun 2.320, Tapanuli Selatan 1.120, Tapanuli Tengah 1.760, Tapanuli Utara 1.680, dan Toba 1.000 orang,” beber dia.

Aris menjelaskan, sasaran vaksinasi dengan menargetkan SDM kesehatan pada fasilitas pelayanan kesehatan dilakukan dalam jangka waktu yang luas dengan sistematika pengaturan jadwal vaksinasi, sehingga tidak mengganggu pelayanan kesehatan lainnya. “Kelompok yang divaksinasi adalah kelompok rentan yang berusia 18-59 tahun, dengan pemberian secara bertahap. Sedangkan kelompok usia di atas 60 tahun akan divaksinasi setelah tersedia data dukung keamanan yang cukup untuk kelompok usia tersebut, dan disetujui BPOM,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang SDM Kesehatan Dinkes Sumut, Sri Suriani Purnamawati menyampaikan, dengan tambahan vaksin 34.840 vial, maka totalnya Sumut telah menerima 74.840 vial. Sebab, pada tahap I termin I telah menerima 40 ribu vial dan sudah didistribusikan 34.060 vial ke Mebidang.

“Sisanya (5.940 vial) masih disimpan di gudang dan juga 34.840 vial yang baru diterima,” kata Sri.

Para SDM kesehatan —kalau memenuhi kriteria— akan menerima vaksin dan mendapatkan SMS. Sebab data yang masuk sejauh ini masih data awal.

“Apabila (SDM kesehatan) ternyata memiliki komorbid, nanti akan terseleksi dan tidak akan mendapatkan SMS,” tandas Sri.

Gubsu Tambah PD

Sementara itu, Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi dalam kondisi baik usai disuntik vaksin Covid-19 pada 14 Januari. Ia bahkan disebut lebih percaya diri setelah menjalani program vaksinasi tersebut.

“Iya (lebih fit dan percaya diri),” kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut, Irman Oemar, Minggu (17/1) .

Cerita Edy setelah disuntik vaksin, tidak ada hal yang aneh. Hanya ada rasa sakit sedikit pada bekas suntikan di lengannya.

“Dan ini wajar pada setiap orang yang disuntik. Yang lain tidak ada gejala atau gangguan apapun,” kata Irman.

Edy menjadi orang pertama di Sumut yang disuntik vaksin sesuai jadwal program vaksinasi dari pemerintah pusat. Selain Edy, unsur Forkopimda Sumut, pejabat, dan tokoh publik lainnya turut mengikuti program dimaksud.

Edy sendiri meminta para bupati/walikota se-Sumut tetap konsisten mendorong masyarakatnya untuk menerapkan protokol kesehatan secara ketat dalam kehidupan sehari. Hal ini penting untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 di daerah ini.

“Seperti kita ketahui bersama, saat ini kita masih berjuang menghadapi pandemi Covid-19. Kita patut bersyukur bahwa pemerintah telah berupaya mendatangkan vaksin Covid-19 guna menekan panyebarannya. Namun saya menekankan agar kita tetap menerapkan protokol kesehatan selama program vaksinasi. Hal ini untuk menambah upaya pencegahan penularan Covid-19. Penerapan protokol kesehatan di tengah masyarakat tidak boleh menjadi kendur,” ujar Edy dalam sambutanya yang dibacakan Sekdaprov Sumut, R Sabrina, pada Rapat Paripurna DPRD Langkat dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-271 Kabupaten Langkat, Minggu (17/1) di Gedung DPRD Langkat.

Oleh sebab itu, Edy meminta kepada kepala daerah kabupaten/kota dan secara khusus untuk Kabupaten Langkat, agar terus meningkatkan protokol kesehatan di wilayahnya masing-masing dan terus meningkatkan, serta mendorong masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini penting guna memutus rantai penularan Covid-19, antara lain dengan cara menjalankan 3M, yakni menggunakan masker, menjaga jarak dan hindari kerumunan, serta mencuci tangan dengan air sabun.

“Ketiga hal tersebut tak jemu-jemu kami sampaikan agar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Jadikanlah protokol kesehatan ini menjadi bagian dari kebutuhan hidup yang kita terapkan agar kita tetap sehat tanpa Covid-19,” katanya. (smg/fabe)