News

Jasad Wanita Terbakar Ditemukan di Hutan

FaseBerita.ID – Jasad seorang wanita di hutan kayu putih Kabupaten Mojokerto diperkirakan dibakar tak lama dari waktu penemuannya.

Pasalnya, saat ditemukan mayat tersebut masih mengeluarkan asap dan sedikit ada api. Ini perkiraan waktu pembakaran korban.

“Perkiraan waktu pembakaran setelah subuh sampai saat penemuan, yaitu jam 07.15 WIB,” kata Kapolres Mojokerto Kota AKBP Sigit Dany Setiyono di lokasi penemuan mayat, Senin (13/5).

Mayat wanita ini pertama kali ditemukan Partono (58) di hutan kayu putih Dusun Manyarsari, Desa Gunungsari, Kecamatan Dawarblandong pagi tadi sekitar pukul 07.15 WIB. Saat itu Partono sedang bekerja menanam jagung di lahan tersebut. Lahan hutan ini digarap oleh Tegas (50), warga Dusun Manyarsari.

Sigit menjelaskan, setelah subuh sekitar pukul 04.30 WIB, penggarap lahan datang ke lokasi. Saat itu Tegas mencangkul tanah untuk persiapan menanam jagung.

“Saat setelah subuh saksi belum menemukan. Setelah pagi hari aktivitas bertanam, saksi lain baru mencium bau sangit dan menemukan jenazah ini,” terangnya.

Sigit menambahkan, mayat wanita yang belum diketahui identitasnya ini diduga dibakar menggunakan spons busa. Mayat ditidurkan di atas potongan kayu mirip bingkai jendela. Karena terdapat selot pada kayu tersebut.

“Di TKP kami belum menemukan tanda-tanda ada minyak maupun bau minyak. Hanya ada spons,” ungkapnya.

Warga yang menemukan mayat, Partono juga membenarkan setelah subuh Tegas belum menemukan adanya mayat terbakar tersebut. “Setelah subuh Tegas datang ke sini untuk mencangkul tanah, tidak tau ada mayat dibakar,” tandasnya.

Mayat perempuan terbakar ini pertama kali ditemukan Partono (58) di hutan kayu putih Dusun Manyarsari, Desa Gunungsari, Kecamatan Dawarblandong. Kondisi mayat tengkurap dengan kepala menghadap ke selatan.

Hutan ini juga ditanami warga dengan tanaman jagung. Penggarap lahan adalah Tegas (50), warga Dusun Manyarsari. Jaraknya hanya sekitar 3 meter dari jalan cor yang menghubungkan permukiman penduduk Manyarsari dengan jalur Mojokerto-Gresik. Dari permukiman penduduk sendiri, jarak penemuan mayat sekitar 1 Km. (dtc)