News

Jasa BPJS Tak Dibagi Pegawai RSUD Sibuhuan Mogok Kerja

PALAS, FaseBerita.ID – Para pegawai di Rumah Sakit RSUD Sibuhuan mogok kerja, Rabu (15/5/2019). Aksi mogok ini buntut dari kekecewaan pegawai dan petugas medis terkait jasa BPJS yang tidak diberikan.

Akibat aksi mogok kerja tersebut pelayanan terhenti, ruang poly tutup, dan rawat inap pun terganggu pasien terlantar. Hanya ruangan UGD yang beroperasi. Suasana rumah sakit plat merah ini mendadak sepi. Bahkan, ruang Poli yang biasanya ramai melayani pasien terlihat sepi dari aktifitas.

Tampak kertas karton dipajang rapi menghiasi di depan rumah sakit. Tulisan-tulisan dalam kertas ini diyakini merupakan tuntutan pegawai.

Informasi yang dihimpun Metro Tabagsel aksi mogok kerja itu dampak dari sikap Manajemen Rumah Sakit berlaku semena-mena terhadap pegawai

Rumah Sakit. Hak-hak pegawai seperti jasa BPJS, honor tim akreditasi yang tak dipenuhi salah satu alasannya.

“Kami melakukan aksi mogok kerja ini atas kesadaran pribadi masing-masing. Inilah keluhan kami apa yang kami tulis di kertas karton ini,” sebut BL, salah satu pegawai RSUD yang turut mogok sambil menunjuk tulisan di kertas karton yang dipajang di depan rumah sakit tersebut.

Dalam kertas itu, jelas tampak para pegawai dan tenaga medis profesional menuntut hak. Baik layanan BPJS, medis umum dan honor tim akreditasi. “Penuhi hak-hak kami. Bagikan jasa pelayanan BPJS. Bagikan jasa pelayanan medis umum. Bagikan jasa honor tim akreditasi,” tuntutan yang tertulis dalam kertas manila tersebut.

Selain ketiga poin itu, pegawai juga meminta manajemen RSUD agar melengkapi obat-obatan dan BHP agar pelayanan Rumah sakit tidak terpuruk seperti setahun terakhir ini. Lebih dari itu, pegawai juga meminta kepada Bupati agar mengganti Direktur RSUD Sibuhuan.

Sementara Direktur RSUD Sibuhuan dr Elni Rubianti saat dihubungi malam sebelum aksi tersebut mengaku tidak mengetahui akan adanya aksi mogok pegawai. Terlebih tidak adanya pemberitahuan ke pihaknya.

“Sampai sekarang, nggak ada masuk pemberitahuan apa-apa ke kami,” ujar dr Elni lewat pesan Whatsapp.

Disinggung honor pegawai yang jadi pemicu aksi mogok, pimpinan rumah sakit ini mengaku sudah beres. Mulai honor sampaj TTP. Hanya saja pencairan BPJS saat ini masih proses. “Saat ini lagi proses pencairan BPJS. Sudah proses penandatanganan dokter DPJP,” tukas Direktur. (tan)