News

Jansen Napitu Meminta Penjelasan LA dan LO di Kejaksaan Siantar

FaseBerita.ID – Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Macan Habonaron, Jansen Napitu meminta penjelasan kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Siantar tentang Legal Asisten (LA) dan Legal Opinion (LO).

Jansen Napitu saat memberi keterangan kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (6/4/2020) sekira pukul 16.30 Wib mengatakan, pada saat ini LA dan LO banyak diperbincangkan pada SKPD di kota Pematangsiantar. Agar tidak terjadi kesalahpahaman, LSM Macan Habonaron mengirim surat kepada Kejari Siantar agar mendapat pemahanan sejelas-jelasnya terkait siapa yang berhak menjalankan tugas dan fungsinya untuk penanganan kasus korupsi.

“Untuk itu kita mengirimkan surat ke Kejari Siantar tertanggal 1 April 2020, untuk mempertanyakan penjelasan tentang LA dan LO, termasuk juga kebeberapa media, agar mengerti dan tidak bertanya tanya tentang hal ini (LA dan LO),” ucap Jansen Napitu.

Menurut Jansen,dengan adanya LA dan LO, seolah-olah sebagai pengganti TP4d yang sebelumnya telah dibubarkan. Sehingga dirinya bertanya apakah memang ini pengganti dari pada TP4D dari Kejaksaan? Apakah sudah diberlakukan atau tidak. Dibutuhkan penjelasan karena banyak pihak bertanya tanya tentang LA dan LO ini.

“Karena terus terang semua orang bertanya-tanya tentang LA dan LO ini. Apalagi mengingat Kasidatun dan Kasi BB seolah-olah melakukan pengecekan ke lapangan. Karena seingat saya dulu yang melakukan penanganan seperti korupsi itu Kasintel, maupun Kasipidsus dan Kasipidum,” terangnya.

Lanjut Jansen, yang menjadi pertanyaan sekarang apakah penanganan korupsi sudah dialihkan kepada Kasidatun maupun Kasi Barang Bukti (BB).

Sehingga Jansen Napitu, merasa ada kejanggalan. Apalagi dirinya mengatakan hingga sekarang tidak ada penjelasan maupun respon terkait LA dan LO, setelah surat tembusan dilayangkan Jansen ke Kejari Siantar.

“Jadi semua ini harus diluruskan Kepala Kejari Siantar agar kita tidak bingung kepada siapa kita akan melaporkan tentang pidana dugaan kasus korupsi. Saya juga berharap Kepala Kejaksaan menjelaskan tentang hal itu, tapi kalau tidak ada respon juga akan saya layangkan surat kedua ke Kejari Siantar,” katanya.

Ditempat terpisah, Kasintel Kajari Siantar saat dikonfirmasi mengenai hal tersebut mengatakan terkait pengaduan masyarakat hingga saat ini belum ada perubahan yang menangani.

“Belum ada bang perubahan, terkait pengaduan masyarakat. Masih tetap Kasintel yang menangani, yang pasti pihak kejaksaan masih tetap kerjasama dalam menangani kasus,” pungkasnya sembari menutup telefonnya.(Mag-03/fi)

USI