News

Jalan Simanosor Tapteng Masih Kupak Kapik

TAPTENG, FaseBerita.ID –  Hingga saat ini, jalan menuju Desa Simanosor, Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) masih kupak kapik. Kondisi jalan rusak berlobang-lobang. Bahkan jika musim penghujan, genangan air bak kubangan kerbau akan menghiasi badan jalan. Pengguna jalan kewalahan jika melintas di daerah tersebut.

Di samping rusak parah, kiri kanan badan jalan sepanjang 3 km lebih dihiasi semak belukar. Para pengemudi becak yang menjadi transportasi utama menuju desa penghasil durian itu sudah tidak nyaman membawa para penumpang. Jika tidak hati-hati dan waspada, akan terperosok kedalam lobang menganga.

Tidak hanya sampai disitu, roda perekonomian warga juga menjadi mandek. Hasil-hasil pertanian dan perkebunan seperti padi, jagung, dan kelapa sawit membusuk, karena tidak dapat diangkut dan dipasarkan. Sementara getah yang merupakan hasil dari mata pencaharian utama penduduk untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari, tidak lagi dapat diharapkan akibat harga yang sangat rendah.

“Jika musim penghujan, semua badan jalan akan tergenang air,” ungkap Pasaribu (53), warga Simanosor, Minggu (21/7/2019).

Walaupun menjadi faktor utama dalam geliat perekonomian masyarakat, jalan menuju desa yang melimpah akan kekayaan alamnya itu masih tetap dibiarkan rusak. Padahal, Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani, pada saat pagelaran seni dan budaya Kabupaten Tapanuli Tengah pada Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) di Medan, Maret 2019 lalu menegaskan bahwa, tahun 2019 infrastruktur jalan di Kabupaten Tapteng dipastikan sudah mulus total. Baik jalan lintas, jalan Kabupaten hingga jalan di desa.

“Belasan tahun jalan ini tidak pernah diperbaiki. Warga menjadi kewalahan dan kebingungan untuk memasarkan hasil pertanian dan perkebunannya,” keluh Pasarbu.

Agar roda perekonomian warga tidak terus menerus mengalami kelumpuhan, Pasaribu berharap Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah melakukan pembenahan terhadap akses jalan tersebut. Kalaupun tidak bisa langsung bagus, paling tidak adanya perbaikan secara berkala.

“Pembangunan jalan akan kembali membangkitkan roda perekonomian masyarakat, dan akan mempermudah akses pelayanan kependudukan dan kesehatan. Kalaulah jalan ini tetap dibiarkan rusak, mustahil program untuk mensejahterakan masyarakat akan dapat tercapai,” pungkasnya. (ztm)

iklan usi