News

Jalan Penghubung Siantar-Tanah Jawa Putus, Dinas Bina Marga Butuh Waktu 5 Bulan

FaseBerita.ID – Pasca terputusnya Jalan Provinsi Sumatera Utara, jurusan Pematangsiantar-Tanah Jawa, yang merupakan jalan penghubung dengan Kabupaten Asahan, Minggu (31/3) sekira pukul 17.00 WIB kemarin, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Bina Marga Pematangsiantar Provinsi Sumut Marton Batubara didampingi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumut Mega Hadi mendatangi lokasi kejadian, Senin (1/4) sekira pukul 10.30 WIB.

Dihadapan para awak media, Marton Batubara mengatakan, berdasarkan pengamatan dan koordinasi dengan Camat Tanah Jawa dan Pangulu Marubun Jaya, bencana ini terjadi akibat jebolnya tanggul di daerah perkebunan di Parbalogan. Sehingga air meluap dan jalan menjadi longsor.

“Mudah-mudahan di bulan April kita sudah penanganan kontrak dan 5 bulan ke depan pekerjaan permanen sudah bisa selesai dikerjakan”, kata Marton.

Ditambahkannya, saat ini upaya yang dilakukan pihaknya menurunkan alat berat untuk mengerucutkan jalan longsor.

Baca juga: Jalan di Pagar Jawa Longsor, Akses ke Tanah Jawa Putus

“Setelah itu kita akan menimbun dengan tanah agar besok bisa dilewati kendaraan meskipun tidak selancar biasanya. Makanya kita kerucutkan, karena kita juga sudah siapkan batang kelapa dan besi yang ada sebagai upaya penanganan awal,” paparnya.

Sementara Kepala BPBD Provinsi Sumut Mega Hadi mengatakan, ada dua tanggap darurat akibat bencana ini. Pertama, terganggunya kehidupan, artinya kehidupan itu ada korban jiwa serta penghidupan yang mengakibatkan akses ke sekolah menjadi terganggu. Sebab, kalau ini tidak tanggap darurat, belum bisa ditangani karena harus tender dulu. Tender itu 1 sampai 2 bulan kalau ada anggaran.

Menurut Mega, dengan adanya tanggap darurat bisa mempermudah pekerjaan masyarakat.

“Intinya kita tetap berupaya semaksimal mungkin, makanya UPT Pematangsiantar menurunkan alat berat untuk mengerucutkan jalan tersbut,” pungkasnya. (adi/esa)

iklan usi