News

Jakarta Banjir, Ferdinand Bilang: “Malu Dong jadi Pemimpin Tak Jujur”

FaseBerita.ID – Ferdinand Hutahaean yang juga mantan politikus Partai Demokrat melontarkan kritik terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang beberapa waktu lalu mengklaim kawasan Cipinang Melayu, Jakarta Timur telah bebas dari banjir.

Namun pada hari Sabtu (20/2), banjir telah merendam sejumlah wilayah di DKI Jakarta, termasuk Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur.

Petugas SAR gabungan bahkan telah mengevakuasi 300 kepala keluarga di RW 04 Cipinang Melayu. “Inilah yang saya sebut takabur, mendahului yang tidak patut didahului yaitu alam yang belum usai dari musim hujan,” kata Ferdinand kepada JPNN.com.

Dia menyebutkan, semestinya kalau Gubernur Anies mau membangun pencitraan harus menunggu Jakarta tidak banjir lagi atau masuk musim kemarau. Apalagi Cipinang Melayu itu sejak dulu sudah banjir dan akan terus banjir jika tidak ditangani secara benar. “Makanya jangan sombong, jangan takabur, jangan pentingkan pencitraan tetapi pentingkanlah kerja. Kondisi begini kan Anies bisa disebut membohongi dan menebar kebohongan,” sebut Ferdinand.

Pria yang pernah memimpin Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP) ini kemudian menyinggung kalimat Gubernur Anies yang menyebut Cipinang Melayu setelah banjir bertahun-tahun pada musim hujan, kali ini tidak banjir. Padahal kata Ferdinand, sekarang ini Cipinang Melayu kembali banjir dan bahkan infonya sudah delapan kali kebanjiran.

“Ini kan kebohongan karena musim hujan belum usai dan ternyata banjir. Masa gubernur menebar kebohongan? Seharusnya kondisi seperti ini, berbohong untuk pencitraan mestinya mundur letakkan jabatan sebagai lelaki terhormat. Malu dong jadi pemimpin tak jujur,” tutur Ferdinand.

Karena itu, mantan caleg DPR RI ini menyarankan jika Gubernur Anies Baswedan tidak mau meletakkan jabatannya, maka sebelum jabatan itu berakhir tahun depan, perencanaan APBD 2021 sebaiknya dialihkan untuk penanggulangan banjir. Dia mendorong APBD DKI Jakarta dialokasikan untuk pengerukan kali, normalisasi sungai, perbesar dan perluas penampang saluran air di lingkungan permukiman, tambah pompa air pembuangan dari perumahan warga ke kali dan diteruskan ke laut, serta pembangunan 2 juta sumur resapan di seluruh Jakarta.

“Kemudian koordinasi dengan Jawa barat untuk pengendalian di hulu agar air dari Jawa Barat tidak melimpah semua ke Jakarta. Ini harus dilakukan,” katanya menyarankan.

Ferdinand optimistis pekerjaan itu bisa diselesaikan dalam waktu tiga tahun, dan nanti bisa dilanjutkan oleh pengganti Anies Baswedan supaya banjir Jakarta bisa diatasi. “Setidaknya 70-80 persen banjir Jakarta bisa diatasi bila itu dilakukan. Bukan malah bangun stadion yang tak perlu di tengah pandemi ini,” pungkas pria asal Sumatera Utara ini. (jpnn/fabe)

iklan usi