News

Izin Oprasi dan Limbah Kilang Sabut di Siumbut-Umbut Disoal

Polisi Bantah Telah Berulangkali Datang ke Kilang

ASAHAN, FaseBerita.ID – Izin operasi dan izin limbah Kilang Sabut Kelapa di Dusun VI Kelurahan Siumbut Umbut, Kecamatan Kisaran Timur, Kabupaten Asahan, disorot warga.

Lembaga Badan Investigasi Nasional (BIN) Kabupaten Asahan meminta polisi dan Satpol PP mengusut dugaan izin yang menyalahi prosedur. Hal ini dikatakan Hendra selaku Sekjen BIN di kelurahan setempat, Kamis (20/6/2019).

“Tidak ada plang izin operasi Kilang Sabut di lokasi kilang. Selain itu, warga setempat juga mengaku mengalami gatal-gatal pada tubuhnya yang diduga akibat limbah kilang yang dibuang diselokan depan rumah warga. Untuk itu, kita minta polisi dan Satpol PP selaku penegak Perda meninjau ulang izin operasi mereka (Kilang Sabut Kelapa, red), agar jelas kontribusinya ke Penghasilan Asli Daerah (PAD) nya,” sebut Hendra.

Terpisah, hal senada juga dikatakan Rahman (45)  selaku warga setempat. Selain menyebabkan penyakit kulit, aroma tak sedap juga kerab timbul dari limbah yang dibuang sembarangan itu. Lurah Siumbut Umbut IN kepada wartawan mengatakan, selama ia menjabat belum ada laporan resmi  tentang keberdaan Kilang Sabut Kelapa dan limbahnya.

Sementara, W (40) selaku pihak berwewenang di kilang tersebut saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya selalu berkontribusi kepada masyarakat setempat seperti pembagian beras setiap jelang Lebaran.

“Selain itu, penegak hukum seperti polisi juga telah betulang kali datang ke kilang ini, mereka (polisi) nyatakan tidak ada masaalah,” ungkapnya.

Ipda Erwin selaku Kepala Unit Tidak Pidana Tertentu (Tipiter) Polres Asahan saat dikonfirmasi wartawan, membantah pihaknya telah mengecek izin dan limbah Kilang Sabut Kelapa itu. Informasi beredar, sabut kelapa itu diduga di ekspor ke sejumlah negara. (ck-1/ahu)