News

Isak Tangis Warnai Pemakaman Penggembala Kerbau

TAPTENG, FaseBerita.ID – Prosesi pemakaman Sintor Habeahan (23), penggembala kerbau yang tewas disambar petir diwarnai isak tangis. Korban dikebumikan di pemakaman keluarga di Dusun II Desa Uratan, Kecamatam Andam Dewi, Tapanuli Tengah, Rabu (21/8/2019), sekira pukul 17.00 WIB.

Ratusan warga yang ikut mengantar korban ke peristirahatan terakhirnya tak kuasa menahan tangis, saat peti jenazah dimasukkan ke dalam kubur. Doa dan lagu puji-pujian kepada Tuhan Yang Maha Esa mengiringi prosesi pemakaman.

“Benar, tadi sore sudah dimakamkan di Dusun II Desa Uratan, Kecamatan Andam Dewi, sekira pukul 17.00 WIB. Isak tangis dari keluarga dan pelayat mewarnai proses pemakaman,” ujar Kapolres Tapteng AKBP Sukamat melalui Paur Humas Polres Tapteng Iptu Rensa Sipahutar, Rabu (21/8/2019).

Peristiwa tewasnya pengembala bersama 19 ekor kerbau yang digembalakannya ternyata cukup menyita perhatian publik. Peristiwa tersebut dianggap sangat langka dan baru kali ini pernah terjadi di bumi negeri wisata sejuta pesona.

Baca juga:

“Saya asli kelahiran Tapanuli Tengah, baru kali ini ada peristiwa seperti itu. Mudah-mudahan pihak keluarga yang ditinggalkan tabah menghadapinya. Juga kepada pemilik kerbau diberikan Tuhan rezeki agar dapat mengganti kerbau yang sudah mati,” kata Martahan Pasaribu (64) warga Tapteng.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, 19 ekor kerbau dalam satu kandang milik Mikael Simbolon di Dusun 2 Desa Uratan, Kecamatan Amdam Dewi, Tapteng, mati akibat sambaran petir, Senin (19/8/2019). sekitar pukul 19.00 WIB.

Tidak hanya itu, Sintor Habeahan (23), sang penggembala kerbau yang merupakan warga Dusun 2 Desa Uratan, Kecamatan Andam Dewi, juga tak luput dari sambaran petir dan tewas di tempat. Saat itu Sutor sedang menyalakan api disekitar kandang kerbau. (ztm/int)