News

Ini Imbauan Ibadah Puasa Selama Pandemi COVID-19

FaseBerita.ID – Pemerintah bersama Kemenag, MUI, BAZNAS, BSPP, IPHI, FKUB, NU dan Al Wasliyah Kabupaten Paluta, mengeluarkan surat imbauan ataupun anjuran dalam pelaksanaan Sholat dan puasa di tengah pandemi Covid-19.

Imbauan ditetapkan berdasarkan hasil musyawarah bersama yang digelar di Aula Kantor Kemenag Kabupaten Paluta.

Adapun imbauan tersebut berisi 5 poin penting yang diserukan kepada seluruh umat dalam menjalankan ibadah selama puasa.

Ketua MUI Paluta, H Mukti Ali menyampaikan, mengingat kondisi penyebaran Covid-19 di Kabupaten Paluta masih dalam keadaan siaga darurat, maka kepada seluruh umat Islam agar tetap melaksanakan Sholat Fardu berjamaah, Sholat Jumat berjamaah dan Sholat Tarawih/Sholat Witir berjamaah di Masjid dengan ketentuan sebagai berikut;

1. Setiap jamaah yang memasuki Masjid wajib menggunakan masker, membawa sajadah masing-masing, mencuci tangan dengan sabun sebelum masuk dan setelah keluar dari masjid.
2. Setiap Badan Kesejahteraan Mesjid (BKM) dianjurkan menggulung ambal/karpet dan secara rutin membersihkan lantai Masjid sebelum dan sesudah pelaksanaan Sholat Berjamaah serta wajib menyediakan fasilitas pencucian tangan lengkap dengan sabun atau sejenisnya.
3. Setiap jamaah dianjurkan untuk tidak kontak fisik seperti bersalaman, dan berpelukan (sesuai imbauan pemerintah berkaitan social distancing dan physical distancing) dan tidak berlama-lama di Masjid setelah sholat berjamaah.
4. Kepada Imam Sholat dan Khatid Jumat agar memendekkan isi khutbah serta bacaan Ayat Alquran dengan tetap memperhatikan keabsahan sholat dan khutbah sesuai ketentuan Syariat.
5. Tadarus Al-Quran dapat dilakukan di Masjid atau di rumah tetapi harus tetap menjaga jarak (physical distancing) minimal 1,5 meter.

“Menyerukan kepada seluruh umat Islam untuk mematuhi dan mengindahkan imbauan tentang pengendalian peneyebaran Covid-19 di Kabupaten Paluta,” ujarnya.

Disinggung, terkait penetapan awal puasa, Ketua MUI mengaku pada tanggal 24 April 2020.

“Itu jadwal perkiraan kita, namun tetap masih menunggu pengumuman dari pusat,” terangnya sembari mengimbau juga kepada masyarakat supaya tidak melaksanakan ‘marpangir’ atau tradisi membersihkan diri dengan mandi-mandi di sungai. (ais)