News

Ibu Pukuli Anak hingga Masuk Rumah Sakit Terancam 2,6 Tahun Penjara

FaseBerita.ID – Hanya gara-gara Pekerjaan Rumah (PR) belum selesai dikerjakan, RH (44) tega memukuli anaknya, GSS, pakai ikat pinggang hingga luka-luka. Bahkan korban sempat dirawat di salahsatu rumah sakit di Simalungun lantaran luka di tubuhnya.

RH tidak menduga perbuatannya itu menghantarkan dia jadi pesakitan di Pengadilan Negeri Simalungun. Bahkan ia dituntut 2,6 tahun penjara oleh JPU Friansiska Sitorus SH.

“Perbuatan terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 44 ayat (1) UU No.23 tahun 2004 tentang perlindungan anak penghapusan kekerasan dalam rumah tangga. Untuk itu terdakwa kami tuntut 2,6 tahun penjara,” kata Friansiska, Selasa (23/6) di PN Simalungun.

Mendengar tuntutan tersebut terdakwa memohon agar Majelis Hakim mengurangi hukumanya.

“Mohon hukuman saya dikurangi, pak. Saya menyesal dan berjanji tidak akan berbuat seperti itu lagi terhadap anak-anak,” ujar wanita itu.

Mendengar pernyataan tersebut, majelis hakim yang diketuai Haidi Nasution SH menunda persidangan dan akan melanjutkan persidangan Minggu depan dengan agenda mendengarkan putusan.

Diketahui, perbuatan terdakwa berawal pada Kamis, 13 Februari 2020 sekira pukul 16.00 WIB. Terdakwa melakukan pemukulan terhadap anaknya dengan memakai ikat pinggang dan menjambak rambut sampai menangis. Akibat luka yang diderita, korban sempat dibawa ke RSUD Tuan Rondahaim Pematang Raya Kabupaten Simalungun.

Penganiayaan itu terjadi lantaran korban belum selesai mengegerjakan PR yang diberikan kepadanya. (ros)