News

Ibu Hamil Warga Humbahas Positif Rapid Test di RSUD Tarutung

Direktris RSUD Dolok Sanggul: Pasien tidak Dirapid Karena OTG Sudah Melewati Batas Karantina

FaseBerita.ID – MS, wanita berusia 23 tahun dari Kecamatan Sijamapolang, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), yang sedang mengandung anak keduanya dinyatakan reaktif (positif) hasil rapid test setelah dilakukan pemeriksaan oleh RSUD Tarutung, Tapanuli Utara, Jumat (24/4) lalu.

Informasi yang didapat, MS mendatangi RSUD Tarutung untuk proses kelahiran anak keduanya, yang menurut hasil pemeriksaan dokter RSUD Dolok Sanggul ada kelainan (prematur), sehingga membutuhkan ruang bertekanan negatif yang tidak dimiliki RSUD Dolok Sanggul. Namun sebelum mendapatkan perawatan, pasien dilakukan rapid test. Hasilnya rektif. MS kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Haji Adam Malik, Medan guna mendapatkan penanganan lebih anjut.

Hotman Hutasoit selaku Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Humbahas menyebutkan, MS adalah warga pendatang dari Jambi pada 6 April lalu.  Dia tinggal di rumah keluarganya di Kecamatan Sijamapolang.

“Ibu MS benar dirawat di RSUD Tarutung. Ibu MS memiliki gejala kehamilan premature dan telah menunjukkan tanda-tanda akan melahirkan yang membutuhkan kamar operasi yang bertekanan negatif”. Oleh karenanya, RSUD Tarutung telah merujuk ibu MS ke Rumah Sakit Adam Malik Medan,” ujar Hotman, Sabtu (25/4).

Hotman menjelaskan bahwa sejak kedatangan MS di Humbahas, pihaknya sudah menjalankan SOP pencegahan penyebaran covid-19 dengan menetapkan status OTG (Orang tanpa gejala) terhadap MS. MS dipantau oleh petugas puskesmas terdekat. “Selama ibu MS berada di Kecamatan Sijamapolang tidak menunjukkan gejala atau indikasi terpapar covid-19,” jelasnya.

Senada disampaikan Direktris RSUD Dolok Sanggu dr Netty Iriani Simanjuntak. Pasien sempat datang ke UGD RSUD Doloksanggul dan diperiksa oleh dokter dan petugas UGD.

Menurut Netty, pasien mengalami kram perut. Padahal, usia kehamilan belum cukup bulan. Setelah dikonsultasikan dengan dr kebidanan, maka pasien dianjurkan untuk dirujuk. Akan tetapi, pasien  tidak memiliki kartu BPJS. Pasien memutuskan untuk pulang dan berangkat sendiri ke RSUD Tarutung.

“Sesuai SOP di RSUD Doloksanggul, pasien tidak dilakukan rapid test karena riwayat perjalanan dari Jambi tanggal 5 April. Pasien juga tidak memiliki gejala demam, batuk maupun sesak, sehingga dianggap sudah melewati masa karantina,” terang ketua IDI Humbahas itu.

Meski demikian, sekaitan status MS, RSUD Doloksanggul telah menetapkan status OTG terhadap tiga orang petugas kesehatan yang dianggap telah meakukan kontak erat dengan pasien. meskipun petugas mengenakan APD lengkap.

“Saat ini tiga orang petugas sedang melakukan isolasi mandiri. Langkah ini kita ambil sebagai antisipasi. Puji Tuhan sampai sekarang sudah memasuki hari kelima, ketiganya dalam keadaan sehat,” kata Netty. (sht/ahu)

USI