News

Ibu dan Anak Pengelola Galian C Sudah Tersangka

SIANTAR, FaseBerita.ID – Polres Pematangsiantar menetapkan dua orang tersangka galian C di Tanjung Pinggir, Kecamatan Siantar Martoba. Keduanya UP dan ibunya GM. Sebelumnya, Polres Pematangsiantar telah dua kali menggerebek lokasi galian C tersebut dan mengamankan mobil truk bermuatan tanah.

Kanit Ekonomi Sat Reskrim Polres Pematangsiantar Ipda Malon Siagian ketika dihubungi, Jumat (23/8/2019) mengatakan UP dan GM telah ditetapkan sebagai tersangka. Selanjutnya, pihaknya memersiapkan berkas untuk dilimpahkan ke kejaksaan.

Keduanya diduga melakukan aktivitas penggalian tanah di kawasan Tanjung Pinggir yang bukan miliknya. Sementara galian C tersebut, sama sekali tidak mengantongi izin.

Aktivitas penggalian telah menimbulkan keresahan bagi warga sekitar. Sebab penggalian menggunakan alat berat tersebut berpotensi menimbulkan kerusakan alam atau lingkungan.

Sebelumnya diberitakan, polisi diminta bertindak tegas dan jangan tanggung-tanggung mengusut lokasi galian C. Permintaan tersebut disampaikan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Pematangsiantar dan Sahabat Lingkungan (Saling). Ketua PMKRI Cabang Pematangsiantar Albion Samosir, Kamis (22/8) mengatakan, pengerukan tanah yang ilegal berpotensi merusak alam dan lingkungan. Polisi, katanya, selaku penegak hukum jangan lagi membiarkan masyarakat melakukan galian C karena berpotensi merusak alam.

Sementara itu Nico Natael Sinaga selaku Koordinator  Saling meminta Pemko Pematangsiantar tidak tinggal diam.

“Seharusnya pemerintah turut serta melindungi lingkungan supaya tidak digarap masyarakat secara ilegal dan merusak alam,” sebutnya.

“Kita berharap kepolisian menangkap semua yang terlibat dalam kegiatan galian C tersebut. Karena ini menyangkut keselamatan alam dan lingkungan. Harus diusut semua!” tegas Nico.

Lokasi galian C tersebut sebelumnya telah digerebek oleh Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Pematangsiantar bersama Detasemen Polisi Militer (Denpom) Pematangsiantar, Senin (24/6). Setelah isteri pemilik Galian C diperiksa, pihak Satreskrim Polres Pematangsiantar memasang garis polisi pada alat berat yang digunakan untuk kegiatan Galian C tersebut, keesokan harinya Kamis (27/6/2019).

“Eskavator kita beri police line, guna kepentingan penyelidikan yang saat ini kita lakukan,” sebut Kanit Ekonomi Polres Pematangsiantar Ipda Malon Siagian saat itu kepada media.

Hanya saja, mesti sudah digerebek, aktivitas galian C tetap berlanjut. Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sumatera Utara melalui Leo Lopulisa Haloho selaku Kepala Unit Pelaksana Tugas (UPT) ESDM di Pematangsiantar menerangkan, untuk wilayah Pematangsiantar tidak boleh ada galian C. Sebab dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) memang tidak diizinkan di galian C.

Selanjutnya, Selasa (20/8) sore, jajaran Sat Reskrim Polres Siantar kembali menggerebek lokasi galian C. Mereka membawa satu unit truk BK 9186 XT berisi hasil tambang. Sedangkan alat berat berupa excavator warnah merah masih disegel. (mag-03)