News

Hutan Diseser Cari Harimau

FaseBerita.ID – Senin (27/5) pagi, warga bersama prajurit TNI dari Koramil setempat dan personel Polres Tapsel serta petugas dari BKSDA mulai menyeser hutan di perbukitan.

Dimulai dari tiap titik tiga desa. Hingga siang, belum ada hasil. Hanya saja jejak si belang ini tampak jelas di beberapa titik. Akhirnya warga dan petugas memutuskan menghentikan sementara pencarian.

Pencarian yang dibekali senjata bius BKSDA dan alat tradisional warga ini difokuskan pada radius perkebunan warga yang hanya berjarak beberapa kilometer dari pemukiman warga.

Sebelumnya pasca kejadian penyerangan harimau terhadap warga Pagaranbira Jae, warga terus berjaga. Aktifitas keseharian jelas terganggu.

Warga yang sebagian besar berladang ini, terpaksa mengurungkan niat untuk berusaha. Warga bersama-sama hanya bisa berkumpul sambil berjaga.

“Terus kita berjaga ini, tak ada lagi yang berani ke ladang. Karena sebelum dapat (harimau, red) ini, belum tenang warga,” kata Maraganti, warga setempat.

Sementara di RSUD Sibuhuan, korban Faisal Hendri Hasibuan kini ditempatkan di ruang inap ICU. Warga dan kerabat turut memadati pelataran ruangan yang hendak menjenguk.

Hanya saja, info yang diterima dari pihak keluarga menyebutkan hendak merujuk korban ke Rantauprapat. Belum diketahui pasti alasan keluarga memindahkan perawatan terhadap korban serangan harimau itu.

“Rencana kita mau dibawa scane. Ya kita berharap korban bisa cepat sembuh. Kondisi korban sadar saat ini,” tukas Goloman Hasibuan, Abang korban.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak RSUD Sibuhuan. Direktur Rumah sakit dr Elni Rubianti Daulay yang berkali-kali dihubungi tak ada respon. Begitu juga pesan pendek yang dikirim tak ada balasan terkait pemindahan pasien ini. (tan)

USI