News

Hujan Deras, Pemakaman Longsor: Jenazah Berkafan Muncul di Bibir Tebing

FaseBerita.ID – Warga Desa Perkebunan Aek Tarum, Kecamatan Bandar Pulau, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara heboh. Kain kafan pembungkus jenazah menggantung di bibir tebing yang longsor di sekitaran Tempat Pemakaman Umum (TPU) persisnya di Blok N55 areal perkebunan HGU PT Bridgestone.

Salah seorang warga setempat, Zainudin membenarkan penampakan bundelan kain kafan, yang diduga jenazah yang telah dimakamkan beberapa bulan lalu. Akibat longsor di sebagian makannya, jasadnya menggantung dan nyaris terjatuh ke bibir jurang berkedalaman puluhan meter.

“Kejadiannya Kamis (5/11) lalu. Sempat bikin heboh. Tapi sekarang makam itu sudah dipindahkan oleh keluarga, dibantu pihak perkebunan, ada bilal mayit juga,” terangnya, Senin (9/11).

Ia menambahkan, longsornya kawasan TPU Muslim ini diduga akibat tergerus air hujan berkapasitas tinggi. Beberapa makam, tambahnya, juga nyaris hilang terbawa longsor jika tidak segera dipindahkan.

Cepat atau lambat, katanya, masalah ini harus ditanggulangi karena dampak longsor bisa saja meluas karena tanah pemakaman labil.

Lebih lanjut, warga juga mengungkapkan, tanah longsor sudah terjadi sejak lama. Awalnya, hanya sedikit longsor, namun karena curah hujan begitu tinggi, maka pemakaman yang berada di dekat jurang tergerus air, sehingga longsor semakin lebar dan mengenai pemakaman.

Informasi dihimpun, TPU Muslim ini telah ada sejak puluhan tahun lalu, dan memiliki luas sekitar 3 ribu meter persegi. Sementara itu diperkirakan ada sekitar 200 lebih jenazah dimakamkan.

“Kejadian longsor ini bukan sekali dua kali, tapi sering. Cuma sedikit-sedikit, akhirnya sampai ke pemakaman,” ungkap Zainudin.

Saat ini, sudah dilakukan pemindahan beberapa makam yang terancam longsor dengan melibatkan pihak perkebunan.

Hal itu diterangkan salah seorang bilal mayit desa, Aziz Pohan.

“Satu jenazah tergantung sudah teridentifikasi oleh ahli waris. Tadi juga pihak keluarga ikut mengiringi pemindahan,” ujar Aziz.

Sementara itu, untuk mencegah kejadian serupa, pihak perkebunan dan pemerintah desa setempat terus mencari informasi pemilik makam yang rawan longsor agar segera memindahkannya ke tempat lain. Kemudian, sebagai upaya pencegahan longsor akan dilakukan pembentengan dan penanaman pohon. (per/fi)

iklan usi