News

HMI Aksi Damai di KPU Siantar

SIANTAR, FaseBerita.ID – Himpunan Mahasiswa Islam Siantar Simalungun (HMI) menggelar aksi damai di KPU dan Polres Pematangsiantar pada Senin (27/5).

Dalam aksi tersebut, mereka meminta KPU melaksanakan tugas-tugasnya dengan profesional tanpa ada melakukan kecurangan.

Mereka juga menyinggung tetang 640 orang petugas KPPS yang meninggal dikarenakan Pemilu.

“Pemilu tahun ini merupakan pemilu yang paling hancur karena banyaknya korban yang meninggal,” ujar fajar.

Fajar mengaskan apa KPU tidak melakukan seleksi waktu pemilihan anggota KPPS dan memeriksa kesehatan secara jasmani dan rohani.

“HMI turun dengan normal tanpa ada dukungan dari salah satu Paslon. HMI akan tetap mengawal demokrasi di negara ini karena kami tidak ingin hancur gara-gara politik,” katanya.

Disebutkan juga, sesuai pasal 22E ayat 1 UUD 1945 Pemilihan Umum dilaksanakan secara langsung, bebas rahasia, jujur, setiap lima tahun sekali. Begitu juga dengan pasal 2 UU no 7 Tahun 2017 pemilihan umum dilaksanakan berdasarkan azas langsung, umum, bebas, rahasi dan jujur.

Pada kesempatan itu, Ketua KPU Kota Pematangsiantar Daniel Sibarani mengucapkan terimakasi atas perhatiannya para mahasiswa.

“Proses pemilu di Kota Pematangsiantar berjalan dengan aman, damai dan profesional. Segala masukan dari masyarakat, segala keberatan dari saksi dan prosedur dari Bawaslu itu semua kita tampung. Kita lakukan setransparan mungkin itu semua karena masukan dari para aktivis mahasiswa,” ujarnya.

“Menyangkut para KPPS yang meninggal kita turut berduka. KPU sudah melakukan penyelidikan secara kronologis. Kota Pematangsiantar sudah melakukan pemilu secara integritas,” ujarnya.

Menurut Daniel, kalau memang ada indikasi bukti kecurangan dalam Pemilu, silakan melaporkannya, karena KPU juga berharap adanya pemilu yang bersih. (mag04/pra)

USI