News

HKBP Gelar Konsultasi Nasional Aset

TAPUT, FaseBerita.ID – Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) menggelar Konsultasi Nasional (Konas) Aset pada tanggal 20-22 Agustus 2019 di Komplek Kantor Pusat HKBP, Pearaja, Gedung Raja Pontas Lumbantobing, Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara.

Ephorus HKBP Pdt Dr Darwin Lumbantobing dalam jumpa persnya di hadapan wartawan, Selasa (20/8/2019) mengatakan konsultasi nasional aset 2019 ini bertujuan untuk merumuskan langkah-langkah konkret dalam upaya pendataan ulang dan inventarisir seluruh harta kekayaan dan aset milik HKBP, dan merumuskan langkah-langkah yang komprehensif dalam mempersiapkan syarat umum untuk mensertifikasi aset-aset HKBP di mana pun berada.

“Dalam Konas ini nanti akan dibahas bagaimana  langkah-langkah mendata ulang, menginventarisir seluruh harta kekayaan dan aset milik HKBP,” ujar Ephorus didampingi Ketua Umum Konas Ronsen Pasaribu dan Ketua Harian Pdt Colan WZ Pakpahan MTh.

Ephorus mengatakan, pendataan dan inventarisir seluruh aset HKBP ini dipandang perlu agar nantinya keberadaan seluruh harta dan aset milik HKBP ini bisa benar-benar dijaga dan dimanfaatkan dengan baik untuk pengembangan HKBP.

“Dalam pertemuan ini sangat dibutuhkan masukan-masukan dari para peserta rapat konsultasi agar semua permasalahan aset yang telah muncul akhir-akhir ini dapat terselesaikan dengan baik,” katanya.

Ephorus mengakui pada umumnya seluruh aset HKBP memang merupakan pemberian ataupun persembahan warga jemaat baik dalam bentuk uang atau hibah harta kekayaan dan aset yang diberikan melalui gereja.

“Untuk itu seluruh harta dan aset HKBP ini harus didata ulang sehingga nantinya bisa dimanfaatkan dengan baik dan dijaga seefisien mungkin untuk pengembangan HKBP,” katanya.

”Di usia HKBP yang kurang lebih dari 160 tahun pertemuan untuk membahas aset belum pernah ada, hal itu di karenakan oleh belum adanya konflik atau permasalahan tentang aset tersebut, namun seiring waktu berjalan pada belakangan hari makin banyak warga atau keturunan dari pemberi awal melakukan gugatan atau klaim-mengklaim  tentang kepemilikan objek tersebut. Atas kondisi tersebut HKBP merespon segala bentuk persoalan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat dengan melakukan kegiatan yang akan dihelat 3 hari tersebut,” ujar Ephorus.

Ketua Umum Konas Dr Ronsen Pasaribu menambahkan, pendataan dan inventarisir seluruh harta dan aset milik HKBP ini perlu dilakukan untuk menghindari terjadinya gejala-gejala sengketa dan konflik.

“Kenapa Konas ini dilakukan karena saat ini juga kita sudah mulai merasakan adanya tekanan dan gejala-gejala sengketa konflik,” ucapnya.

Apalagi dia mengungkapkan, hingga saat ini dari sekitar 3.000-an harta kekayaan dan aset milik HKBP, baru hanya sekitar 500-an yang sudah bersertifikat.

“Artinya dari 3.000 sekian aset, baru hanya sekitar 500-an atau 9,3 persen yang sudah bersertifikat,” ungkapnya.

Untuk itu dia menegaskan, dalam Konas yang digelar ini pihaknya nanti akan melakukan langkah-langkah untuk mendata ulang menginventarisir harta kekayaan dan seluruh aset milik HKBP dan selanjutnya seluruh harta dan aset tersebut akan didaftarkan dalam Buku Bolon (besar) milik HKBP.

“Jadi nanti seluruh harta dan aset milik HKBP ini akan didaftarkan dalam buku Bolon milik HKBP secara sistematis dan memiliki kekuatan hukum tegasnya. (mt/osi)