News

HIPMA Nias Berharap Pemko Salurkan Bansos ke Perantau di Siantar

SIMALUNGUN, FaseBerita`ID – Himpunan Pemuda dan Mahasiswa Nias Pematangsiantar-Simalungun (HIPMA NIAS PSS) melalui Ketua Umum Yafanus Buulolo SH mengharapkan Pemerintah Kota Pematangsiantar memberikan perhatian kepada perantau yang ada di kota Siantar melalui penyaluran bantuan sembako.

“Pandemi COVID-19 ini berdampak kepada seluruh masyarakat yang ada di Kota Siantar, termasuk para perantau. Serangan virus yang begitu menakutkan, membuat ketakutan. Konsentrasi dunia dan pemerintah saat ini memerangi bencana ini. Di sisi lain, dibutuhkan dukungan dari masyarakat untuk pemerintah dalam memutus pandemi ini. Tentunya masyarakat juga membutuhkan dukungan bantuan dari pemerintah,” kata Yafanus.

Khusus Negara Indonesia sendiri, kata Yafanus, dalam memutus rantai penularan Covid 19 ini, Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah telah banyak melakukan segala upaya, termasuk pembatasan perantau/mahasiswa untuk pulang ke daerah masing-masing. Ditambah lagi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang sangat berefek pada kondisi ekonomi masyarakat.

Memang dalam hal ini Pemerintah Kota Pematangsiantar telah melakukan berbagai upaya penanggulangan bencana ini, termasuk membagikan 15.555 sembako kepada setiap kepala keluarga yang berstatus sebagai warga Kota Pematangsiantar.

“Namun, ada hal yang harus menjadi perhatian bersama. Bahwa Pemerintah Kota Pematangsiantar sama sekali belum membuat kebijakan tentang bagaimana nasib para perantau yang ada di kota ini. Bukan hanya dari Nias, namun banyak perantau dari luar kota Siantar yang sudah lama tinggal namun KTP atau kartu keluarganya masih tetap dari daerah asal,” katanya.

Menurut Yafanus, akibat pandemic covid-19 ini, banyak pekerja di Siantar termasuk perantau yang bekerja dirumahkan. Sebagian bekerja paruh waktu dan bahkan banyak yang harus menganggur. Mereka juga memilih tinggal di rumah, sehingga dipastikan sumber pendapatan akan terputus.

“Para perantau juga sangat merakan dampaknya. Kita takut akan ada hal-hal buruk yang dapat memicu konflik sosial akibat dinamika ekonomi yang sedang mencekik masyarakat kita,” kata advokat muda ini.(esa/fb)

USI