News

Himapsi Blokir Jalan Rusak di Simalungun, Jalan Kami Tak Layak Gubernur!!

SIMALUNGUN, FaseBerita.ID -Himpunan Mahasiswa dan Pemuda Simalungun (Himapsi) menggelar aksi mendesak perbaikan jalan provinsi penghubung Kota Siantar – Seribudolok, Kabupaten Simalungun. Kondisi jalan rusak sudah berlangsung lama, bahkan sudah puluhan kendaraan mengalami kerusakan akibat kondisi jalan yang ekstrim.

Dalam orasi, Himapsi mendesak Gubernur Sumut Edy Rahmayadi segera mengucurkan dana pembangunan jalan provinsi di Simalungun. Gubernur diminta agar turun langsung untuk melihat kondisi jalan provinsi di Simalungun.

“Jalan kami tidak layak lagi Gubernur! Tidak layak sebagai jalan provinsi. Jangan anak tirikan kami. Kami sudah terlalu lama menderita karena jalan rusak ini,” kata Henson Saragih, salah satu orator.

Henson dalam kesempatan itu juga menyampaikan permohonan maaf kepada pengguna jalan yang sedikit terganggu karena aksi. Namun, aksi tersebut bukan semata-mata demi kepentingan Himapsi, tetapi untuk seluruh pengguna jalan provinsi di Simalungun.

“Kami hanya menyuarakan kepentingan kita bersama. Kepentingan para supir angkutan umum, supir angkutan barang, pengusaha angkutan dan masyarakat umum. Kondisi jalan kita sudah sangat parah dan tidak layak. Kita harus berjuang bersama agar segera dibangun,” kata Henson Saragih.

Sementara Ketua DPP Himapsi Lamhot Saragih menyampaikan, Himapsi prihatin dengan kondisi jalan provinsi di Simalungun dan mendesak agar pemerintah provinsi Sumatera Utara segera melakukan perbaikan. Kondisi jalan rusak, jalan longsor di jalan provinsi sangat mengganggu, membahayakan dan merugikan masyarakat pengguna jalan, terutama masyarakat Simalungun.

“Kami minta gubernur segera melakukan perbaikan. Jika tidak, kami akan melakukan aksi lebih besar. Kami juga minta DPRD Provinsi Sumut asal Simalungun terus memperjuangkan ini,” katanya.

Sementara Boy Garingging, salah satu sopir angkutan, menyampaikan kondisi jalan mengakibatkan penumpang enggan berbelanja ke Siantar. Sehingga membuat kondisi para sopir semakin susah di masa pandemic ini. Belum kerugian akibat kerusakan onderdir kendaraan, akibat jalan berlubang.

“Kami mohonlah Pak Gubernur, agar segera diperhatikan dan ditanggapi keluhan kami. Kami kadang tidak dapat setoran ke rumah, karena penumpang minim dan menanggulangi kerusakan,” katanya.

Pantauan di lokasi, peserta aksi melakukan start di Tiga Runggu ini melakukan orasi di beberapa titik sebelum memblokir jalan di Nagori Simpang Panei, tepatnya di lokasi jalan rusak parah tersebut. Sekitar 1 jam, massa memblokir jalan dan melakukan orasi. Akibatnya, jalan mengalami kemacetan dari dua arah. Peserta juga melakukan orasi di titik jalan longsor di Nagori Simpang Raya, tepatnya di simpang menuju SMA1 Panombei Panei, yang mengalami longsor dalam beberapa hari terakhir. Peserta juga melakukan orasi di lokasi jalan rusak di Kelurahan Panei Tongah. Mereka membawa keranda putih, menanam pohon pisang, dan membentangkan spanduk.(esa/fabe)