News

Herowhin Sinaga ‘Digantung’ Jaksa

Pengamat: Jangan jadi Tersangka Seumur Hidup!

SIANTAR, FaseBerita.ID– Kasus tindak pidana dugaan korupsi yang kini ditangani Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Pematangsiantar masih ‘menggantung’. Salah satunya, kasus yang menyeret mantan Direktur Perusahaan Daerah Pembangunan dan Aneka Usaha (PD-PAUS) Kota Pematangsiantar, Herowhin Sinaga, yang hingga tahun 2021 ini tak kunjung selesai.

Padahal Kejari Kota Pematangsiantar telah menetapkan Herowhin sebagai tersangka korupsi terhitung sejak 10 Juli 2019.

Menanggapi hal itu, pemerhati Kota Pematangsiantar dan Dekan Fakultas Hukum Universitas Simalungun (USI) Dr Riduan Manik SH MHum mengatakan, Kejari Pematangsiantar seharusnya segera memperjelas status hukum Herowhin.

“Pihak kejaksaan harus proaktif dalam hal ini. Jadi kalau di SP3, ya silahkan. Jika terbukti, naikkanlah statusnya. Jangan sampai jadi tersangka seumur hidup,” kata Riduan.

Dijelaskan Riduan, pihak Kejari Pematangsiantar harus menghadirkan saksi ahli atau tim auditor dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) agar jelas jumlah kerugian negara. Dengan dasar hasil audit dari BPK, maka pihak Kejari bisa menaikkan status Herpwhin ke tahap lebih lanjut.

Riduan juga meminta pihak Kejari Kota Pematangsiantar berlaku independen agar tidak menimbulkan unsur-unsur ‘politik’ dalam penanganan kasus tersebut.

Diketahui, hampir lima tahun, atau sejak tahun 2016, pembangunan Siantar City Mall di Jalan Melanthon Siregar sebagai program PD PAUS tak kunjung rampung.

Rencana pembangunan di bawah naungan Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar melalui PD PAUS itu justru mangkrak dan menyisakan bangunan pondasi beton persegi.

Bangunan berdiri di atas lahan kosong di areal bekas rumah potong hewan (RPH). Gedung tiga lantai itu berpagar seng dengan tiang dan dinding tak berplester semen.

Informasinya, akibat bangunan mangkrak, sejumlah pembeli kios di Siantar City Mall merugi puluhan hingga ratusan juta rupiah.

Pembangunan Siantar City Mall oleh PD PAUS bersama PT Sinergi Abadi Indoglobal (SAI) belum menemui kepastian apakah masih dilanjutkan ataupun dibiarkan begitu saja.

Dalam kasus mangkraknya bangun yang menghabiskan anggaran hingga miliaran rupiah itu, menyeret nama mantan Direktur PD-PAUS, Herowhin Sinaga. Ia diduga terlibat dalam pengutipan uang kios yang tidak sesuai dengan peraturan. Sedangkan sejumlah calon pedagang sudah membayar lunas lapak kios tersebut.
Pantauan wartawan, Selasa (4/5) sekira pukul 10.00 WIB, akibat bangunan mangkrak, sejumlah tanaman liar tumbuh subur di lokasi bangunan. Bahkan jika dilihat dari jarak cukup dekat, sudah banyak sambungan batu bata mulai runtuh dan rusak. (ius/fabe)

USI