News

Hentikan Revitalisasi Pembangunan Pasar Sibolga Nauli!!!

SIBOLGA, FaseBerita.ID– Ketua Assosiasi Persatuan Pedagang Pasar Sibolga (APPS) Edward Lumban Gaol, meminta pemerintah Kota Sibolga serta instansi terkait untuk menghentikan rencana revitalisasi gedung Pasar Nauli Sibolga, sebab menurutnya, permasalahan ataupun kendala yang dihadapi oleh para pedagang di lokasi itu bukan pada kondisi gedung bangunan yang tidak layak melainkan tata kelola pasar yang kurang baik.

“Saya sebagai Ketua APPS menyampaikan aspirasi anggota saya bahwa masyarakat pedagang Pasar Nauli Sibolga tidak menginginkan gedung baru, tata kelolanya yang perlu diperbaiki” ujarnya kepada Wartawan di Sibolga Jum’at (26/3).

Dirinya juga menyesalkan kebijakan pihak-pihak terkait yang menyetujui rencana revitalisasi bangunan gedung Pasar Nauli Sibolga, sebab dengan adaanya rencana itu para pedagang dipindahkan/direlokasi ke Stadion Horas yang menurut Edward lokasinya kurang layak.

“Pedagang sudah menjerit dimasa pandemi ini, disaat pedagang mengalami kesulitan ekonomi mengapa harus ada relokasi, tempat itu kan becek banjir dan belum selesai lapaknya sudah runtuh di terjang badai,” tandasnya.

Selanjutnya Edward juga menyebut kebijakan relokasi lapak sementara para pedagang pasar Nauli Sibolga itu merupakan sikap yang mengesampingkan empati, sebab menurutnya kondisi itu akan membuat para pedagang di masa pandemi ini semakin menjerit.

“Ini mau lebaran biasanya ini kesempatan para pedagang mendapatkan rejeki kenapa harus digutturi (diributi, red) dimana hati nurani orang itu,” tutupnya.

Informasi yang dihimpun Pembangunan Pasar Sibolga Nauli menjadi perbincangan hangat di tengah-tengah masyarakat Kota Sibolga. Hal ini disebabkan pada bulan Oktober 2020 lalu, walikota terdahulu telah menunda pembangunan Pasar Nauli Sibolga, bernilai Rp61,8 miliar lebih, sehingga para pedagang yang berada di Pasar Nauli tersebut tidak jadi di relokasi (dipindahkan) dengan rekanan yang melaksanakan pembangunan Pasar Nauli Sibolga PT TURELOTO BATTU INDAH.

Namun seiring dengan telah dilantiknya Walikota Sibolga yang baru, pembangunan Pasar Sibolga Nauli kembali dilaksanakan, bahkan para pedagang Pasar Sibolga Nauli dalam waktu dekat ini akan direlokasi ke tempat penampungan sementara yang saat ini sedang dibangun.

Informasi yang diperoleh FaseBerita.ID menduga bahwa rekanan yang telah ditunjuk oleh Kementrian PU no.2.02/SPBBJ/PPPW-PS.NAULI/2020, TANGGAL 5 NOPEMBER 2020 PT.TURELOTO BATTU INDAH sangat ambisius untuk merealisasikan pekerjaan tersebut yang bernilai Rp61.846.401.244,34.

Sementara tenggat waktu pelaksanaan pekerjaan oleh penyedia untuk pelaksanaan pekerjaan ini diberi waktu 330 hari sejak diterbitkannya SPBBJ, sudah sangat minim, Jika dihitung, hingga saat ini sudah ada 120 hari yang sudah dijalani sejak SPBBJ dikeluarkan, tersisa hanya 210 hari kerja untuk pelaksanaan pekerjaan, sementara saat ini masih berkutat direncana relokasi para pedagang pasar.

“Apakah ini tidak menjadi temuan nantinya?” jelas salah seorang warga Sibolga berinisial SL (50), Kamis (25/3) kepada di Sibolga.

Dirinya berharap pekerjaan ini tidak menjadi ‘Bom waktu’ dan temuan bagi aparat penegak hukum, sebab dana yang sudah berakhir di tahun buku, apakah masih bisa dilanjutkan atau tidak? Dan, jika masih tetap Pelaksananya sesuai SPBBJ kementrian PU, apakah masa waktu pekerjaan mencukupi untuk membangun Pasar Sibolga Nauli yang terdiri dari dua blok berlantai III ini?

“Tolong Pengambil kebijakan bisa melihat ini, kita tidak ingin di sibolga ini ada proyek yang menjadi temuan aparat hukum yang mencoreng Pemerintah Kota Sibolga, jangan karena dana yang besar, menjadi persoalan hukum,” jelasnya.

Kepala Pasar Sibolga Nauli, J Panjaitan Saat dikonfirmasi Kamis (25/3) melalui telepon membenarkan rencana kelanjutan pembangunan Pasar Sibolga Nauli.

“Iya, pembangunan pasar tersebut akan kembali dilanjutkan, saat ini sedang dibangun tempat penampungan sementara para pedagang,” jelasnya. (mis/fabe)

USI