News

Hentikan Dana Tunai ke PD PAUS!!

SIANTAR, FaseBerita.ID – Walikota Pematangsiantar Hefriansyah diminta tidak menampung anggaran kepada Perusahaan Daerah Pembangunan dan Aneka Usaha (PD PAUS) yang kondisinya saat ini carut marut. Supaya tidak bertambah beban, diminta penyertaan tunai dari APBD untuk tahun 2019 ditangguhkan pembayarannya.

Hal ini disampaikan Robert Siregar menyikapi kondisi PD PAUS yang mengalami kerugian mencapai Rp36 miliar sejak tahun 2014. Selain kerugian, Pemko Siantar juga memberikan penyertaan tunai kepada PD PAUS setiap tahunnya mulai tahun 2014 dan totalnya sudah mencapai Rp14,5 miliar (sebelumnya tertulis Rp10,5 miliar).

Robert menceritakan, pada tahun 2014 ia sempat sebagai salah satu Badan Pengawas PD PAUS. Selama di badan pengawas, Robert melihat kondisi di jajaran Direksi PD PAUS ketika itu kurang profesional dalam melaksanakan tugasnya.

“Saat itu, kami pernah menyarankan kepada jajaran Direksi supaya fokus hanya beberapa usaha saja untuk dikerjakan. Tapi yang kami lihat semua dikerjakan. Alhasil tidak ada yang jadi,” katanya.

Salah satu contoh program yang gagal adalah pembangunan Pasar Modern di Jalan Melanthon Siregar tepatnya di kawasan eks Rumah Potong.

PD PAUS yang bekerja sama dengan perusahaan swasta telah meninggalkan polemik bagi masyarakat. Sebab banyak masyarakat yang telah memberi panjar pembelian kios, tapi nyatanya pembangunan tersebut mangkrak dan tidak selesai.

“Bahkan masih ada sejumlah warga uang panjarnya belum dikembalikan oleh PD PAUS. Kalau memang tidak jadi dibangun, harusnya panjar dikembalikan,” ujar Robert.

Selain itu, eks terminal Suka Dame yang juga diserahkan Pemko kepada PD PAUS juga terlihat tidak difungsikan dengan maksimal.

“Melihat kondisi itu, kami pernah menyurati Walikota Pematangsiantar selaku pemilik supaya mengevaluasi kondisi PD PAUS,” kata Robert.

Karena kondisi perusahaan yang tidak dikelola dengan baik, Robert Siregar memutuskan mengundurkan diri dari Badan Pengawas pada tahun 2015.

“Ngapain saya di situ, toh programnya tidak jelas. Kita berikan masukan tidak dilaksanakan. Jadi mending saya keluar,” ujarnya.

Melihat kondisi PD PAUS yang sudah carut marut, Robert memberikan masukan kepada Walikota supaya memanggil seluruh jajaran Direksi yang baru dilantik dan meminta keseriusannya menyelesaikan seluruh persoalan di PD PAUS.

Baca juga: PD PAUS Rugi Rp36 Miliar: Tak Layak Dipertahankan

“Walikota harus meminta keseriusan direksi yang baru. Kalau memang direksi yang baru tidak mampu menyelesaikan masalah, mending PD PAUS ditutup, dan aset itu bisa dipakai oleh Pemko,” terangnya.

Penyertaan dana yang setiap tahunnya diserahkan ke PD PAUS juga diminta supaya dihentikan untuk sementara. Sebab uang miliaran dari kas daerah tidak berdampak terhadap kelangsungkan perusahaan daerah.

“Mending uang negara itu dipakai untuk pembangunan jalan sehingga berdampak kepada masyarakat,” tegasnya.(pra)