News

Hefriansyah ‘Pelihara’ Tersangka Korupsi

Posma Sitorus dan Acai Sijabat Belum Dicopot

SIANTAR, FaseBerita.ID – Walikota Pematangsiantar Hefriansyah ‘memelihara’ tersangka korupsi. Meski Posma Sitorus dan Acai Sijabat telah ditetapkan sebagai tersangka korupsi program Smart City, namun keduanya masih tetap menjabat Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadis Kominfo) dan sekretarisnya.

Padahal, gugatan praperadilan yang diajukan Posma Sitorus pun telah ditolak hakim Pengadilan Negeri (PN) Pematangsiantar.

Plt Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pematangsiantar Zainal Siahaan, Rabu (4/9/2019) mengaku Pemko Pematangsiantar memang belum ada mencopot atau mengganti, baik Posma Sitorus maupun Acai Sijabat.

Alasannya, keduanya masih berstatus tersangka dan kasusnya belum berkekuatan hukum tetap.

“Kita tetap mengedepankan azas praduga tak bersalah. Jadi untuk mengganti, itu kan juga ada prosedurnya. Jadi, mereka belum diganti,” ujar Zainal.

Disebutkannya, keduanya masih tetap melaksanakan tugas-tugas walaupun statusnya sebagai tersangka. Karena keduanya tidak ditahan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Pematangsiantar.

Terpisah, Kepala Seksi (Kasi) Intel Kejari Pematangsiantar BAS Faomasi Jaya Laia, mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan lanjutan berkas-berkas dan pemeriksaan para saksi.

“Kita belum melakukan penahanan terhadap tersangka. Kita masih menunggu waktu yang tepat. Masih ada beberapa saksi yang masih diperiksa tim penyelidik. Masing-masing saksi akan dipanggil lagi. Pemanggilan terhadap Posma kemungkinan masih akan dilakukan, tetapi tergantung pengakuan saksi-saksi,” ujarnya.

BAS Faomasi Jaya Laia menambahkan, kedua tersangka tidak ditahan karena pihaknya yakin mereka tidak akan melarikan diri mengingat statusnya masih Aparatur Sipil Negara (ASN).

Diketahui Posma dan Acai dijerat kasus dugaan korupsi karena telah merugikan negara Rp400 juta dalam kegiatan Program Smart City Pematangsiantar tahun 2017.

Baca juga: Diperiksa Jaksa, Acai Tidak Ditahan

Selain kasus Posma dan Acai, Kejari Pematangsiantar juga menangani tersangka korupsi lainnya, Herowhin Sinaga. Herowhin yang di tahun 2014 menjabat Direktur Utama PD Pembangunan dan Aneka Usaha diduga telah melakukan tindak pidana korupsi sebesar Rp600 juta dari dana penyertaan modal yang dicairkan dari kas daerah Pemko Pematangsiantar.

Menurut BAS Faomasi Laia, Herowhin sudah memenuhi pemanggilan kedua dan didampingi penasehat hukumnya.

Sama dengan Posma dan Acai, Herohwin juga tidak ditahan dengan alasan mereka masih fokus menangani kasus Posma dan Acai. (mag-04/pra)