News

Hefriansyah: Konsekuensinya Tahankan Sendiri

SIANTAR, FaseBerita.ID – Walikota Siantar Hefriansyah angkat bicara terkait adanya beberapa pejabat yang dijadikan sebagai tersangka atas kasus dugaan korupsi. Namun, dia menyikapi masalah tersebut dengan tenang.

Ditemui usai pemberangkatan jamaah calon haji di Kantor Balai Kota, orang nomor satu di Siantar ini mengatakan kalau pihaknya tidak bisa berbuat apa-apa. Sebab, setiap apel pagi ia selalu meminta jajarannya untuk selalu profesional.

“Kita tetap menyarankan kerja bagus-bagus dan profesional. Setiap apel saya selalu mengingatkan agar kerja bagus-bagus, propesional. Konsekuensinya tahankan sendiri,” ujarnya.

Namun saat ditanya terkait adanya dugaan uang dari BPKD mengalir ke Walikota dan Sekretaris Daerah, Hefriansyah mengaku tidak mengetahuinya.

“Yang jelas setiap apel pagi saya selalu mengatakan agar bekerja secara profesional,” ujarnya lagi sembari meninggalkan wartawan.

Terkait pemanggilan terhadap dirinya, lagi-lagi Hefriansyah mengatakan tidak mengetahui kalau ada pemanggilan terhadap dirinya sebagai saksi.

“Tanya sama Kabag Umum. Dia yang tahu soal panggilan itu,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, Minggu (21/7/2019) lalu, Netty Simbolon selaku kuasa hukum Adiaksa Purba (tersangka OTT di BPKD) menyebutkan bahwa Adiaksa Purba tidak ada melakukan Pungli untuk memperkaya diri sendiri.

Netty juga menegaskan kalau pihaknya tidak melakukan pemotongan. Sebab upah pungut pajak kepada pengawai langsung disetorkan ke rekening masing-masing.

Selanjutnya pegawai yang menerima upah tersebut, menyerahkan 15 persen dari insentif yang diterimanya dan disetorkan ke bendahara. Kemudian 15 persen tersebut digunakan untuk bantuan-bantuan organisasi maupun kegiatan keagamaan. (mag04/des)