News

Harimau Masuk Perangkap Namun Mati…

FaseBerita.ID – Seekor harimau mati setelah dijebak oleh warga di Desa Rantau Panjang, Kecamatan Muara Batang Gadis, Madina. Peristiwa itu terjadi pada Kamis (11/6) lalu.

Informasi ini diketahui setelah Ketua LSM Gempur Madina, M Sobirin Sitompul menyebarkan adanya dugaan pembunuhan Harimau di Desa Rantau Panjang melalui Media Sosial miliknya.

“Awalnya kami dapat informasi dari salah seorang masyarakat dari desa itu. Kami coba konfirmasi Camat, tidak ada katanya. Kemudian kami tanya Kapolsek, katanya tidak ada laporan masyarakat,” kata Ketua LSM Gempur Madina.

Diceritakannya, pihaknya bersama AKP Zulkarnaen (Polisi yang sudah memasuki pensiun tugas) berangkat ke Desa Rantau Panjang untuk memastikan kebenaran informasi tersebut. “Kami berangkat bersama Pak Zulkarnaen, kebetulan Bapak itu juga pernah jadi Kapolsek di sana,” tuturnya.

Sesampainya di Rantau Panjang, kata Sobirin, warga memperlihatkan lokasi penjeratan Harimau dan penguburannya di depan Rumah Kepala Desa Rantau Panjang.

“Informasinya Harimau ini sudah seminggu berkeliaran di desa itu. Warga kemudian membuat jebakan dengan umpan satu ekor kambing yang telah disumpali racun tikus. Warga menunggu beberapa saat setelah umpan dimakan Harimau,” ceritanya.

Dikatakannya, Kepala Desa tidak bersedia menemui mereka saat berada di Desa Rantau Panjang untuk memastikan keterangan dari warga yang menyaksikan penjeratan harimau tersebut. Dari informasi warga masih ada 2 anak harimau yang memakan umpan tersebut sampai sekarang belum ditemukan jejaknya.

“Di sana susah jaringan, pas ada jaringan kami telepon Camat, katanya Kades ada di desa itu tapi tak mau menjumpai kami. Bahkan, Kades itu sempat mengarahkan agar perahu tak ada yang berangkat,” kesalnya.

Menanggapi informasi itu, Kadiskominfo Pemkab Madina Drs Sahnan Pasaribu membenarkan adanya peristiwa tersebut. Tetapi, ia enggan bercerita lebih lanjut terkait kejadian itu. “Benar, ” katanya.

Kemudian, Kepala BKSDA Wilayah III, Gunawan, menyampaikan belum berani membenarkan peristiwa tersebut lantaran pihaknya masih menuju Desa Rantau Panjang.

“Belum dapat kita infonya, pagi ini masih turun (petugas) kita ke sana. Kita juga baru tadi malam dapat infonya. Kita cek dulu,” jelasnya.

Sementara itu Boby Nopanry dari TNBG menyebutkan pihaknya sudah berangkat siang ini ke Desa Rantau Panjang. Hanya saja perjalanan ke TKP memakan waktu 5 sampai 6 jam ke Singkuang menggunakan perahu. Dari singkuang ke TKP memakan waktu 2 jam.

“Tim berangkat siang ini. 5-6 jam ke Singkuang. 2 jam ke TKP,” jelasnya.

Terpisah, saat mencoba konfirmasi kepada Kapolres Madina AKBP Horas Tua Silalahi SIK, namun hanya menjawab terimakasih atas informasi tersebut. “Tks infonya, ” tuturnya. (yza/bsl/mag-01)

USI