News

Harimau Masuk Perangkap di Palas Dibawa ke Paluta

FaseBerita.ID – Harimau yang meresahkan warga, akhirnya terperangkap ke dalam jebakan yang disiapkan pihak BKSDA bersama warga dan TNI di Desa Hutabargot,Kecamatan Sosopan, Kabupaten Padang Lawas (Palas).

Informasi yang dihimpun di Desa Hutabargot, harimau tersebut masuk ke dalam perangkap (kerangkeng) yang dipasang di sekitar perladangan milik warga di desa itu, pada Selasa (16/7) sekira pukul 05:00 WIB.

Hanya berkisar berjarak 100 meter dari perkampungan Hutabargot. Baru sekitar pukul 11.00 WIB siang diketahui warga. Banyak warga yang datang menyaksikan binatang buas itu.

Beberapa saat setelah terjebak, harimau tersebut langsung dibawa ke taman suaka margasatwa di Aek Godang Paluta. Menurut warga yang ramai melihat tangkapan itu, terdapat luka bekas jeratan di bagian kaki harimau itu.

Sebelum terjebak, harimau tersebut diduga sempat memangsa monyet peliharaan milik warga beberapa hari lalu.

Dan sehari kemudian, ayam milik warga juga diduga dimangsa.

“Alhamdulillah upaya yang kita lakukan selama ini telah membuahkan hasil. Dengan tertangkapnya harimau ini, kiranya warga dapat lebih tenang dalam beraktifitas. Begitupun harapan kita warga tetap waspada karena kita tidak tahu apakah binatang itu sendiri atau masih ada yang lain,” terang Sekda Palas Arpan Nasution didampingi Kadis Sosial Bustami Harahap, Pabung Kodim 0212/TS Mayor Inf Sondi Pasaribu dan Kapolsek Barumun AKP Sudirman saat berbaur dengan warga di salah satu warung di Desa Hutabargot menindak lanjuti penangkapan tersebut.

Kepala Desa Hutabargot Sabtu Pasaribu mengimbau dengan tertangkap harimau ini masyarakat merasa lega dan tidak dilanda rasa ketakutan lagi. Namun kepada warga tetap meningkatkan kewaspadaan agar senantiasa tetap berjaga-jaga.

“Tertangkap harimau dalam jebakan sebagai jawaban dari keresahan warga selama ini, semoga tidak ada lagi harimau lainnya yang menjadi momok bagi masyarakat,” harap Kades ini.

Mengetahui tangkapan yang cukup meresahkan itu, menurut Bupati melalui wakil Bupati ini menjadi salah satu kado yang baik bagi HUT Pemkab Palas yang ke-12 ini. Kekhawatiran warga empat Desa khususnya dapat tertangkap tepat sehari sebelum hari jadi Palas.

“Ini mudah-mudahan jadi kado terbaik dalam hari jadi Padang Lawas yang ke-12 ini,” kata Wakil bupati Ahmad Zarnawi Pasaribu menginformasikan kepada warga sesaat membuka hiburan rakyat HUT Pemkab Palas di Lapangan Merdeka Sibuhuan Selasa malam.

Sebelumnya, Faisal Hasibuan (41) warga Pagaranbira Jae Kecamatan Sosopan diserang harimau, Minggu (26/5/2019) malam. Luka robek di punggung, leher, dahi dan belakang kepala diduga kuat akibat serangan si belang.

Informasi dihimpun, warga yang kesehariannya bekerja sebagai sebagai PPL (penyuluh pertanian lapangan, red) ini tiba-tiba diserang persis usai berbuka puasa. Begitu berbuka, Faisal duduk-duduk sambil minum kopi di depan rumahnya, tepat di pinggir jalan.

Tanpa disangka, harimau yang sudah meresahkan warga ini langsung menyerang dari arah belakang. Sontak Faisal teriak hingga mengagetkan warga lainnya.

Warga langsung berhamburan keluar melihat kejadian itu. Tak menunggu lama, korban Faisal langsung dibawa ke RSUD Sibuhuan dan langsung dirawat intensif.

Warga yang mengetahui peristiwa itu, langsung berhamburan ke ICU RSUD Sibuhuan. Bupati juga langsung menanggapinya dan mendatangi korban di RSUD. “Sudah kita koordinasikan ke Dandim dan Kapolres. Danramil Sosopan dan Danramil Barumun langsung ke lokasi bersama anggota bersenjata,” tukas Bupati H Ali Sutan Harahap (TSO).

Sementara Sekdes Pagaranbira Jae Habib Hasibuan mengaku kejadian ini menambah kekhawatiran warga. Terlebih warga di tiga desa (Pgaranbira Jae, Pagaranbira Julu, Siraisan, red). Sejak serangan harimau yang menewaskan warga Siraisan awal puasa lalu, tiga desa ini terus berjaga-jaga.

“Tolong keresahan masyarakat ini segera ditanggapi pihak berwenang. Akibat kejadian ini, warga makin was-was. Bukan lagi di hutan, (harimau) ini malah sudah masuk ke desa, pemukiman warga,” sebut Habib.

Sebelumnya lagi, Abu Sali Hasibuan (61), warga Desa Siraisan, Kecamatan Ulu Barumun, juga diduga diserang harimau. Pria tani karet ini ditemukan tewas, Jumat (17/5/2019) dinihari di kebun karet milik Braji Hasibuan di Jembatan Bosi, sekitar desa tersebut.

Informasi yang dihimpun, Jumat dini hari sekira pukul 01.00 WIB, korban ditemukan warga telah tewas. Badan dan kepala serta satu lengan terpisah. Tampak di sekujur tubuh korban penuh cakaran. Besar kemungkinan, korban diserang harimau.

“Tidak hanya badan penuh bekas cakaran, tapi mulai kepala sampai rahang, tangan kanan, mata serta alat kelamin telah hilang,” terang Kapolsek Barumun AKP Sudirman.

Begitu ditemukan telah tewas, jenazah korban dievakuasi dan dibawa ke RSUD Sibuhuan untuk keperluan visum. Tak berselang lama, jenazah korban dibawa pulang untuk dikebumikan.

Kepala Desa Siraisan, Sangkot Hasibuan, yang ikut serta dalam pencarian korban, menyebut, istri korban melapor bahwa suaminya Abu Sali Hasibuan pergi dari rumah pada Kamis (16/5/2019) sekira pukul 07.00 WIB.

Saat itu, korban pamit untuk menderes karet getah di kebun milik Braji Hasibuan. Namun, sampai sore pukul 18.30 WIB, korban belum juga pulang. Tentu saja hal yang tak biasa ini istri merasa curiga dan cemas.

Lalu malam itu juga, kepala desa bersama perangkat desa dan warga beramai-ramai melakukan pencarian keberadaan korban. Setelah ditelusuri di sekitar kebun karet, korban ditemukan dalam kondisi tewas. Kepala terputus dan badan penuh dengan luka cakaran.

Hingga kini, persoalan ini masih ditangani Polsek Barumun. Mengingat ancaman hewan buas ini kerap mengancam warga. Terlebih bagi mereka yang berkebun di sekitar perbukitan-perbukitan desa. (tan)