News

Hari Ini Para TKI/WNI Dari Malaysia Tiba di Tanjungbalai 

Dijemput Kapal Tim Gugus Tugas

TANJUNGBALAI, FaseBerita.ID – Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dan Warga Negara Indonesia (WNI) di Negara Malaysia akan tiba di Tanah Air, Kota Tanjungbalai. Kapal Penjemputan para TKI/WNI Senin dini hari sekitar pukul 01.00 Wib (18/5/2020) sudah bertolak dari Tanjungbalai menuju Port Klang, Malaysia dan diperkirakan akan tiba di Pelabuhan Teluk Nibung pada Pukul 15.00 Wib.

“Insya Allah, sore ini (Senin, red) warga kita yang dari Malaysia akan tiba Kota Tanjungbalai,” kata Wali Kota H.M Syahrial usai mendapat konfirmasi dari pihak Kapal saat memimpin rapat persiapan Pemulangan TKI/WNI di Pendopo rumah dinas Wali Kota.

Menurut Wali Kota H M Syahrial lagi, pada pemulangan tahap pertama ini ada 146 orang yang sudah selesai pemeriksaan Paspor secara administrasi oleh pihak Keimigrasian dan KBRI di Malaysia.

Pemulangan para TKI/WNI asal Tanjungbalai dari Malaysia itu difasilitasi langsung Pemerintah Kota (Pemkot) Tanjungbalai melalui Gugus Tugas Penanganan Percepatan Covid19 Kota Tanjungbalai menggunakan Kapal Ferry Swasta Jet Star.

“Mohon doa dari kita semua, semoga pemulangannya berlangsung lancar dan selamat sampai di tanah air,” ungkap Wali Kota H.M Syahrial

Saat tiba di Pelabuhan Teluk Nibung, Para TKI/WNI akan menjalani proses pemeriksaan Rapid Test dan akan dibawa langsung ke Karantina Sementara (Gor Mini) yang berlokasi di Kelurahan Sei Raja, Kecamatan Sei Tualang Raso untuk pemeriksaan kesehatan dan proses lainnya.

“Insyaallah Saya bersama Forkopimda Tanjungbalai akan turun langsung menjemput warga kita saat tiba di Pelabuhan Teluk Nibung nantinya,” sebut Wali Kota Tanjungbalai H M Syahrial.

Informasi dari salah seorang warga dari Portklang melaporkan dari via Mesengger Facebook, jumlah yang akan pulang sekitar 150 orang. 120 diantaranya laki laki dan 30 perempuan, selama kondisi disana merasa nyaman dan sehat semua.

“Makan 2x sehari tempat tinggal di hotel, sebagian di perumahan. Selama kami menunggu kepulangan yang tertunda,” kata Muhammad Adham.(ck2/fi)