News

Harga Ikan Teri Turun

SIBOLGA, FaseBerita.ID– Para pengusaha ikan teri rebus di daerah Tapanuli Tengah (Tapteng) dan Kota Sibolga saat ini mengeluh karena sepinya pembeli. Padahal, harga ikan teri saat ini mengalami penurunan yang sangat drastis. Dari sebelumnya harga Rp60.000 per kilogram, kini menjadi Rp45.000.

Menurut pengakuan warga, turunnya harga ikan teri rebus di Sibolga-Tapteng, disebabkan banjirnya pasokan dari daerah Medan Belawan dan Tanjung Balai. Pengusaha ikan di Sibolga dan Tapteng kemudian terpaksa menurunkan harga ikan teri di bawah harga normal.

“Kabarnya di daerah lain banjir ikan Teri, makanya daya tampung kurang. Jadi mau kita ke manakan nanti ikan teri di sini. Mau tak mau terpaksa kami menurunkan harga ikan ini menjadi Rp45 ribu per kilogram. Sebelumnya, awal bulan puasa Ramadhan 1442 H, harga ikan teri rebus naik mencapai Rp60 ribu per kilogram,” kata Erli Nasution, salah seorang pengusaha ikan asin asal Hajoran, Minggu (2/5).

Namun, distributor ikan asin tersebut juga meyakini, kebutuhan ikan memasuki Idul Fitri bakal melonjak tajam. Hal tersebut dinilai secara otomatis bakal mendongkrak naik harga ikan hingga 10 persen sampai 20 persen. Menurutnya, akan dimulai seminggu sebelum lebaran.

“Biasanya seperti itu, kadang harganya tetap seperti biasa. Bahkan bisa juga naik ketika jelang Lebaran,” ujarnya.
Erli juga menambahkan, para pelanggan yang sering datang dari luar kota, biasanya memesan berbagai jenis ikan asin setiap minggu. Namun sekarang ini, para pemesan sudah sangat minim. Sehingga, mereka hanya berharap, ikan mereka laku diperjualbelikan khusus buat masyarakat sekitar Sibolga-Tapteng.

“Para pembeli tidak lagi membeli ikan asin ke daerah Tapteng. Tapi kami yakin, ini tak bakalan lama, seminggu ini pasti harga ikan teri kembali normal. Kami juga berharap jumlah pembeli kembali normal seperti semula. Kalau tidak, para pedagang ikan asin di daerah kita ini akan mengalami kesulitan, apalagi saat ini jelang Lebaran Idul Fitri,” tandasnya. (hp/fabe)

USI