News

Hambat Saluran Air, Warga Minta Bangunan Eks Posyandu Dibongkar

SIBOLGA, FaseBerita.ID– Warga Lingkungan 6 kelurahan Aek Parombunan, Sibolga Selatan, merasa resah dengan adanya bangunan eks posyandu milik Dinas Kesehatan yang masih berdiri tepat di atas area saluran sungai Aek parombunan, di Jalan Perjuangan. Pasalnya bangunan tersebut menghambat aliran air sehingga sering menyebabkan banjir.

“Bangunan itu sudah tak difungsikan lagi. Kalau memang sudah begitu, maunya pemerintah membongkarnya saja. Supaya aliran air dapat berjalan lancar,” kata Yashiduhu Zendrato, salah seorang warga sekitar, Rabu (24/2).

Sebelumnya, warga sudah menyampaikan keluhannya tersebut kepada pihak dinas terkait. Tak hanya itu, wargapun sudah melayangkan surat kepada Dinas Kesehatan, meminta agar bangunan tersebut dibongkar. Namun hingga saat ini, permohonan masyarakat tersebut tidak kunjung mendapat jawaban.

“Kemarin ada kami lihat pihak dari pemerintah datang ke lokasi, tapi kami tak tau entah apa yang mereka lakukan. Mungkin ada kaitannya dengan bangunan tersebut, tapi sudah dua hari setelah itu, tak ada lagi yang datang,” ucapnya.

Selanjutnya, pria yang pernah menjabat kepala lingkungan VI Aek Parombunan tersebut menyebutkan, sebelumnya ketinggian antara bangunan dan sungai masih normal. Sehingga aliran air masih mengalir lancar tanpa ada masalah.

Namun setelah adanya galian perbukitan di sekitar lokasi, membuat aliran sungai semakin sempit.

“Dulu posisi antara sungai dan bangunan masih dikatakan baik, karena posisinya masih jauh di bawah, setelah dibuat perumahan di atas ini, barulah mulai terbenam, karena waktu pembuatan perumahan tersebut semua digali, makanya tanahnya hanyut sehingga tertutuplah aliran air,” kata Yashiduhu

Masih dikatakannya, sejauh ini, pihak pemerintah seolah-olah membiarkan bangunan tersebut terbengkalai. Oleh karena itu, jika memang bangunan tersebut sudah tidak difungsikan lagi, mereka meminta untuk dibongkar. Agar aliran air dapat berjalan lancar.

“Kami bermohon kepada Pemerintah Kota Sibolga, agar secepatnya melakukan pembongkaran gedung tersebut, itulah harapan kami disini,” pungkasnya.

Sementara Lurah Aek Parombunan Reyn Heart Simbolon saat dimintai keterangan terkait adanya bangunan tersebut mengatakan, pihaknya juga telah mengirimkan surat ke Dinas Kesehatan, namun hingga saat ini masih belum ada jawaban.

“Bangunan itu memang sudah lama berdiri, kemungkinan sudah ada sejak tahun 2007, tapi sudah tidak difungsikan lagi. Makanya waktu itu kami kirimkan surat ke Puskesmas di sini (Aek parombunan), ternyata pihak puskesmas meminta surat itu harus ke Dinas Kesehatan Kota. Makannya kita buat lagi dan sudah kita sampaikan, kita hanya bisa menunggu,” kata Lurah Aek Parombunan.

Selanjutnya, terkait masalah seringnya datang banjir dijalan perjuangan Lingkungan 6, pihak kelurahan sudah pernah mengusulkan untuk melakukan penggalian di sepanjang sungai Aek Parombunan. Namun hal itupun masih terkendala, disebabkan sulitnya membuang kembali sisa galian.

“Kita sudah usulkan juga mengenai penggalian disepanjang sungai tersebut, dengan alat berat jenis beko, tapi kalau nanti kita keruk, maka sisa bongkaran tanah itu terpaksa diletakkan di atas jalan. Ini bisa menghambat akses jalan, itulah yang menjadi kendala bagi kita. Mau dikemanakan nanti sisanya itu, tentunya kita juga harus sediakan Dum Truck untuk mengangkutnya,” ucap Lurah.

Dari semua usaha yang dilakukan pemerintah kelurahan, hendaknya bisa dipahami warga, khususnya yang berdomisili di Jalan Perjuangan Aek Parombunan. Lurah akan terus menampung aspirasi masyarakat, untuk melakukan tindakan lebih lanjut. (hp)

USI