News

Guru SDN 094155 Rambung Merah Perkenalkan Lumba-lumba dan Aneka Satwa kepada Murid

SIANTAR – Pementasan lumba-lumba dan aneka satwa yang digelar di Lapangan Eks Rumah Potong Hewan, Jalan Melanthon Siregar, Pematangsiantar disambut antusias ratusan pelajar termasuk Murid SDN 094155 Rambung Merah, Kabupaten Simalungun.

Tidak ketinggalan para guru turut mendampingi anak-anak untuk meperkenalkan hewan liar tersebut. Bagi mereka atraksi ini bisa menjadi sarana edukasi bagi murid-muridnya. Menariknya, pihak penyelenggara menyediakan diskon khusus pelajar.

Kepala SDN 094155 Rambung Merah Tiara Simarmata Spd menyambut positif pementasan lumba-lumba yang digelar oleh PT WSI. Setidaknya, pihaknya bisa melihat dan menonton langsung aksi lumba-lumba.

“Murid SD 094155 sangat senang. Juga guru-guru. Kita bisa membawa murid menonton dan melihat langsung lumba-lumba supaya anak-anak mengerti bahwa lumba-lumba termasuk hewan mamalia,” kata Tiara.

Selain memperkenalkan langsung berbagai jenis hewan, sekolah ini juga setiap minggunya menggelar kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Seperti Pramuka, senam pinguin,dan karate.

Kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan non-pelajaran formal yang dilakukan peserta didik sekolah, umumnya di luar jam belajar kurikulum standar. Termasuk mengajak anak didik melihat pertunjukan lumba-lumba tersebut.

Kegiatan ini diadakan secara swadaya dari pihak sekolah maupun siswa-siswi itu sendiri untuk merintis kegiatan di luar jam pelajaran sekolah.

Pantauan wartawan, suasana lokasi pentas lumba-lumba tampak dipenuhi pengunjung yang didominasi para pelajar dan orangtua. Bahkan, mereka tetawa riang begitu lumba-lumba memercikkan air melalui ekornya hingga mengenai anak-anak.

“Waooo, keren. Bajuku basah kena air. lumba-lumbanya jago ya,” kata salah seorang pelajar yang ikut menonton pertunjukkan lumba-lumba tersebut.

Selain rombongan dari SDN 094155 Rambung Merah, ada juga rombongan sekolah dari SDN 122398 Jalan Rajawali, Pematangsiantar. Dimana ratusan anak-anak tampak antusias mendatangi tempat tersebut.

“Anak-anak sudah pasti senang bisa melihat langsung aksi lumba-lumba. Selain lumba-lumba ada juga burung, ikan dan jenis hewan lainnya yang bisa kita perkenalkan kepada mereka. Sebelum kemari, kami juga sudah menjelasan seperti apa lumba-lumba itu. Makanya, begitu sampai di sini, anak-anak gembira dan senang,” kata Rifai Lubis, salahsatu Guru SDN 122398 itu.

Ia juga mengaku bangga bisa mendampingi sekaligus menyaksikan hiburan langka tersebut. “Kapan lagi, mumpung masih ada di Siantar,” katanya.

Sementara Manajer Operasional PT WSI Tomi Alfredo saat ditemui di lokasi, Kamis (19/9) mengatakan, hingga saat ini antusias masyarakat ingin melihat pertunjukkan lumba-lumba masih tinggi, khususnya pelajar.

Dengan durasi waktu 60 menit, para penonton akan disuguhi beragam atraksi, di antaranya 2 ekor lumba-lumba, burung kakatua jambul kuning, 2 ekor berang-berang/kucing air, dan 1 ekor beruang madu. Sementara pada wahana bermain anak, PT WSI melengkapinya dengan kereta mini, trambolin dan lainnya.

Dalam satu hari, pentas lumba-lumba sebanyak empat kali. Pertunjukan akan dibuka setiap hari mulai Senin sampai Jumat pukul 11.00 WIB, 15.00 WIB, 17.00 WIB dan 19.30 WIB. Khusus untuk Sabtu, Minggu dan hari libur akan dimulai pada pukul 09.30 WIB, 11.00 WIB, 15.00 WIB, 17.00 WIB dan 19.30 WIB.

Tomi berharap dengan sajian edukatif ini, mampu memberikan alternatif hiburan yang mencerdaskan bagi masyarakat.

“Sebagian besar buat anak-anak dan pelajar, ini adalah kesempatan langka untuk mengenalkan binatang laut secara langsung bagi mereka. Ayo jangan sampai ketinggalan. Waktunya tinggal 10 hari lagi. Kapan lagi bisa melihat lumba-lumba secara langsung kalau bukan sekarang,” katanya.

Soal tiket, Tomi mengatakan, pengunjung dikenakan Rp50 ribu per orang (umum). Sementara khusus rombongan pelajar harga tiket hanya Rp25 ribu per orang. Untuk VIP harga tiket Rp75 ribu per orang.

Dengan harga tiket yang terjangkau itu, salahseorang pengunjung Risda Purba (41) warga Siantar mengaku senang bisa mengajak anaknya menyaksikan aksi lumba-lumba botol tersebut. “Sebenarnya saya dan suami juga kali pertama, jadi penasaran ingin menyaksikan juga sih,” ujar dia sambil tersenyum ramah.

Ia berharap dengan hiburan itu, mampu menjawab keinginan anaknya untuk menyaksikan langsung aksi lumba-lumba.

Selain lumba-lumba yang pintar dan menggemaskan dengan memainkan bola-bola di atas udara, ada beberapa hewan langka lainnya yang mendukung pentas itu.

“Ada berang-berang dan burung. Hewan-hewan itu bermain bola udara yang telah diseting pemandu pertunjukan. Ada juga nilai edukasi dan kepedulian untuk lingkungan,” katanya. (des)