News

Gunakan Jaring Gurame KM Cahaya Nauli Diamankan

SIBOLGA, FaseBerita.ID – Satuan Polisi Airud Belawan Polda Sumut disebut mengamankan sebuah kapal penangkap ikan yang menggunakan jaring yang dilarang oleh pemerintah sesuai dengan Permen KP 02 tahun 2015 yang diubah menjadi Permen KP 71 tahun 2016, Rabu (3/7/2019).

Di kalangan nelayan, nama jaring ini disebut jaring gurame yang mampu menangkap ikan hingga ukuran yang paling kecil. Kapal bermerk KM Cahaya Nauli tersebut diamankan di pintu masuk perairan Sibolga, saat hendak sandar dan bongkar muat.

Awalnya, informasi yang beredar mengatakan bahwa kapal yang diamankan SatPol Airud Belawan tersebut merupakan kapal penangkap ikan yang menggunakan bahan peledak alias bom.

Namun, dari hasil penelusuran wartawan dari salah seorang ABK KM Cahaya Nauli, menyebut kalau kapal yang mereka tumpangi menggunakan jaring gurame bukan bom seperti yang diisukan.

“Bukan kapal bom, jaring guramenya. Inilah selang untuk menyelam. Kalau bom, mana ada begini,” kata Tampubolon, salah seorang ABK yang ditemui di atas KM Cahaya Nauli, Kamis (4/7/2019).

Dia mengaku tidak tahu alasan Pol Airud mengamankan kapal mereka. Sebab, kapal mereka dilengkapi surat-surat, meski masa berlakunya telah habis. “Gak tahu kenapa ditangkap. Kalau surat-surat ada, lengkap. Tapi, mati,” ungkapnya.

Meski demikian menurut Tampubolon, pihak Pol Airud belum juga melepaskan mereka. Karena, hingga sore, ikan hasil tangkapan mereka belum juga diperbolehkan untuk dibongkar. Mereka takut, ikan dalam blong tersebut akan membusuk. “Belum dikasih bongkar. Ikan masih di fiber. Harus tambah es teruslah. Kalau nggak, bisa busuk,” tukasnya.

Tak hanya itu, nahkoda atau tekong kapal bermarga Duha pun katanya masih menjalani pemeriksaan oleh petugas. “Tekong masih diperiksa. Gak tahu apa lagi yang ditanya,” pungkasnya.

Namun, saat wartawan mencoba mengkonfirmasi salah seorang petugas Pol Airud yang ada di atas kapal, membantah kalau kapal tersebut merupakan tangkapan mereka. “Siapa bilang tangkapan,” kata petugas tersebut sambil berlalu naik ke atas kapal patroli.

Dari informasi yang diperoleh, bukan hanya KM Cahaya Nauli yang masih menggunakan jaring terlarang. Masih banyak lagi kapal dengan jaring yang sejenis, yang diduga luput dari pengawasan pihak penegak hukum.

Diketahui, bahwa penggunaan jaring gurame dapat merusak populasi ikan. Mirip dengan jaring trawl, jaring gurame ini juga bisa menarik ikan-ikan kecil yang seharusnya belum layak untuk ditangkap.

Sistem operasinya, dengan cara menyelam dengan menggunakan selang dan oksigen. Setelah jaring ditebar di dasar laut, penyelam akan menggiring ikan dengan cara memukul-mukul sebuah besi yang sudah disiapkan agar ikan masuk ke dalam jaring. (ts)