News

Gugus Tugas Covid-19 Tapteng Dituding Tidak Profesional

TAPTENG, FaseBerita.ID– Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), dituding tidak profesional. Pasalnya, pasca meninggalnya salah seorang tenaga pendidik berinisial MS, yang diduga terpapar Covid-19, tim percepatan penanganan corona virus disease ini tidak melakukan tindakan sebagaimana yang diatur dalam SOP Covid-19.

Kemudian, Gugus Tugas yang dibentuk dalam upaya mencegah dan menanggulangi dampak virus corona di Kabupaten Tapanuli Tengah ini juga dinilai tebang pilih dalam penerapan protokol pemulasaran jenazah terpapar Covid-19. Warga bahkan menuding Gugus Tugas Covid-19 tidak transparan dan terkesan menutup-nutupi kejadian yang terjadi.

Tudingan ini bukan tanpa alasan. Langkah-langkah penanganan yang semestinya dilakukan pihak Gugus Tugas seperti isolasi dan lockdown, tidak pernah dilakukan. Pemulasaran hanya sebatas melepas kewajiban, yakni membalut jenazah dengan plastik hingga memasukkan ke dalam peti mati. Sementara untuk pemakaman jenazah dilepas dan diambil alih pihak keluarga.

Sontak kondisi ini membuat warga sekitar kediaman mendiang MS resah. Warga kompleks perumahan BTN, Kelurahan Sibuluan Baru, Kecamatan Pandan, galau, takut dan kebingungan. Upaya Gugus Tugas Covid 19 untuk mensterilkan kawasan kompleks tidak pernah dilakukan. Penyemprotan disinfektan hanya sebatas di tempat jenazah disemayamkan.

Masih segar dalam ingatan, ratusan warga di tiga lingkungan di Kelurahan Sihaporas Nauli, Kecamatan Pandan, beberapa waktu lalu di-lockdown, menyusul ditetapkannya dua warga setempat yang merupakan pasangan suami istri positif Covid-19.

Kekhawatiran warga semakin memuncak, warga yang sempat kontak langsung dengan jenazah MS tidak pernah dikarantina ataupun disolasi, termasuk keluarga duka yang terlihat masih tetap beraktivitas seperti biasa. Walau Gugus Tugas Covid-19 diam seribu bahasa, empat petugas berpakaian APD yang membalut jenazah dengan plastik hingga memasukkan kedalam peti jenazah, menjadi alasan kuat yang tidak terbantahkan, jika jenazah diduga terpapar Covid-19. Rasa takut semakin menghantui warga.

“Rumah MS disterilkan pakai disinfektan. Kenapa rumah di sekitaran tidak disterilkan. Kami sebenarnya takut pak, sampai sekarang belum ada upaya yang dilakukan pihak Gugus Tugas Covid-19,” kata sejumlah warga komplek BTN, Jumat (9/4).

Warga juga mengaku kecewa atas sikap petugas Gugus Tugas yang tidak merespon permohonan warga untuk mendistribusikan obat berupa suplemen sebagai antisipasi. Saat warga menyampaikan permohonan, petugas dari Dinas Kesehatan buru-buru pergi.

“Memang pernah Dinas Kesehatan datang kesini tetapi cuma berlalu begitu saja. Kami minta berupa vitamin untuk ketahanan tubuh, namun dengan terburu-buru petugas pergi dan abai,” sambung warga.

Oleh sebab itu, warga meminta Gugus Tugas Covid 19 Tapteng menerapkan prosedural pasca meninggalnya MS, yang santer dikabarkan terkonfirmasi Covid 19. Warga juga berharap, Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani, berkenan untuk melakukan sebuah upaya agar mereka kembali merasakan kenyamanan dan keamanan dalam beraktivitas sehari-hari.

“Kami juga khawatir pak, tahap isolasi bagi keluarga MS pun tidak diberlakukan sampai detik ini. Masih berkeliaran seperti tidak ada masalah,” timpal warga.

Terpisah, Lurah Sibuluan Baru, Mawardani Sembiring, mengaku masih menunggu petunjuk dari pihak terkait. Ia berjanji akan menindaklanjuti keluhan warga dengan menyampaikan permasalahan yang terjadi ke Gugus Tugas Covid-19 Tapteng.

“Kami juga menunggu perintah dari dinas terkait. Apapun langkah selanjutnya, kami dari kelurahan Sibuluan Baru siap melakukannya. Semoga keluhan warga bisa direspon cepat,” jawabnya. (tim/fabe)