News

GMKI Siantar Imbau Warga Jangan Terprovokasi

Pasca Bom di Gereja Katedral Makassar

SIANTAR,FaseBerita.ID-Aksi bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Kota Makassar Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) pukul 10.30 WITA. Bom meledak setelah jemaat gereja melakuakan misa kedua. Peristiwa ini merupakan tindakan terorisme yang bisa menimbulkan perpecahan dan menebar rasa ketakutan di tengah-tengah masyarakat.

Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Pematangsiantar-Simalungun mengecam segala tindakan terorisme yang terjadi. Bom bunuh diri tersebut dianggap sebagai bentuk tindakan radikalisme dan terorisme. GMKI pun meminta aparat kepolisian segera menangkap kelompok pelaku-pelaku yang sudah berani melakukan aksi bom bunuh diri.

Ketua GMKI Pematangsiantar-Simalungun, Juwita Theresia Panjaitan mengimbau seluruh masyarakat agar tidak terprovokasi atas kejadian tersebut. Juga jangan menyebarluaskan konten atau berita yang membuat kalangan masyarakat takut. Selain itu diharapkan tidak mengaitkan kejadian bom bunuh diri ke dalam agama manapun.

GMKI juga mengajak seluruh elemen tokoh-tokoh masyarakat yang ada di Indonesia untuk bersama-sama menjaga dan merawat kebersamaan serta kerukunan di tengah-tengah masyarakat. Sehingga tidak terjadi pecah-belah antar masyarakat pasca aksi bom bunuh diri tersebut.

“Saya menilai pihak kepolisian serta BIN dan BNPT perlu bekerja keras dan progresif dalam mengusut tuntas kasus ini. Menjelang hari Paskah dan puasa Ramadan, agar pihak kepolisian memberikan pengamanan yang ketat agar masyarakat dapat melakukan ibadah dengan khusuk dan tenang,” tutup Juwita. (rel/fabe)